Kemenperin: Indonesia Tak Langsung Lompat Gunakan Mobil Listrik

Kamis, 19 Juli 2018 - 11:16 WIB
Kemenperin: Indonesia...
Kemenperin: Indonesia Tak Langsung Lompat Gunakan Mobil Listrik
A A A
JAKARTA - Bahan bakar fosil atau BBM yang ada di Indonesia saat ini diprediksi hanya akan bertahan sampai 12 tahun mendatang. Mau tidak mau kondisi ini membuat Indonesia harus menjajaki era kendaraan bebahan bakar listrik.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun telah miliki roadmap (peta jalan) yang akan dijadikan sebagai acuan industri automotif nasional melakoni era mobil listrik. Menurut Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Ditjen ILMATE, Kementerian Perindustrian, dalam sebuah Focus Group Discussion mengatakan, tahapan yang dibuat pemerintah tidak langsung menuju mobil listrik. Melainkan melalui hybrid dan plug-in hybrid, kemudian Battery Electric Vehicle (BEV).

Dari riset lembaga penelitian McKinsey Global Institute dan Nomura Research Institute, Indonesia akan menjadi negara produsen mobil internal comustion enginee (ICE) dan Low Carbon Emmission Vechicle (LCEV), baik itu Hybrid, Plug-in Hybrid, maupun BEV di dunia. Juga, Menurut data yang dimiliki Kementerian Perindustrian, mobil hybrid, hybrid-plugin, dan mobil listrik akan menjadi kendaraan yang paling laku nantinya pada 2040.

"Mengenai pengembangan mobil listrik ini memang perlu segera diterbitkan peraturan presiden. Sehingga terdapat acuan regulasi yang jelas dalam pengembangannya," harap Putu di Jakarta, baru-baru ini.

Mengenai pajak, lanjut Putu, jika ingin merakit di dalam negeri akan ada aturan yang berbeda dengan mobil konvensional biasa. "Kalo sekarang kita mau ke mobil listrik kita bedakan aturannya. Untuk IKD dan CKD baru ada untuk kendaraan konvensional. Untuk itu kita masih kembangkan lagi, semoga secepatnya segera jadi," tambahnya.

"Selain itu, saat ini masih dibutuhkan sosialisasi yang tepat kepada calon para pengguna mengenai mekanisme dan apa sebenarnya kendaraan listrik ini," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Agus Pambagyo, pengamat kebijakan publik baik mengatakan, mobil listrik di Indonesia memang perlu dikembangkan. Dengan catatan asal Indonesia bukan hanya dijadikan pasar karena harus mengimpor berbagai komponen pendukungnya.

"Intinya jangan lagi kita hanya menjadi konsumen. Namun bisa turut membangun industrinya di dalam negeri," kata Agus.
(mim)
Berita Terkait
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Kuartal 1 2020 Pasar...
Kuartal 1 2020 Pasar Mobil Listrik di Eropa Tumbuh, Diesel dan Bensin Loyo
ZS EV Wujud Eksistensi...
ZS EV Wujud Eksistensi MG di Industri Automotif Indonesia
Start Up Israel Kembangkan...
Start Up Israel Kembangkan Platform Dasar Mobil Listrik
Kendaraan Listrik Dominasi...
Kendaraan Listrik Dominasi Pertumbuhan Pasar di Eropa, Disusul Hibrida
Tesla dan Pabrikan Mobil...
Tesla dan Pabrikan Mobil Listrik China Bersitegang Karena Kode Rahasia
Berita Terkini
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved