Hidup Rakyat Amerika Semakin Tergantung Pada Ponsel Pintar

Senin, 03 Desember 2018 - 17:02 WIB
Hidup Rakyat Amerika...
Hidup Rakyat Amerika Semakin Tergantung Pada Ponsel Pintar
A A A
WASHINGTON - Rakyat Amerika Serikat (AS) terbukti hidupnya semakin bergantung terhadap smartphone. Ini dibuktikan melalui studi baru yang dilakukan oleh RootMetrics, baru-baru ini.

Hasil studi mencatat, hampir dua pertiga warga Amerika beralih ke ponsel cerdasnya dalam waktu 10 menit setelah bangun tidur. Ini adalah salah satu temuan utama dari studi RootMetrics yang melihat peningkatan ketergantungan rakyat Amerika atas perangkatnya.

Temuan lain dari penelitian ini ialah peningkatan jumlah ponsel cerdas yang ditambahkan ke paket data konsumen. Plus bagaimana interaksi sosial adalah salah satu penggunaan ponsel yang paling mendasar bagi banyak orang.

Laman Android Headlines, Senin (3/1/2/2018), dalam laporanya menyebutkan, sebagai contoh, studi menemukan bahwa 32% orang menggunakan teleponnya untuk memeriksa media sosial. Sementara 34% mengatakan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mengirim SMS lewat perangkat.

Keduanya mungkin menjadi berita baik bagi operator karena ada lebih banyak orang menghubungkan lebih banyak perangkatnya ke paket data seluler. Studi juga menemukan 38% orang telah menambahkan perangkat sekunder ke rencananya, seperti tablet atau pembaca elektronik.

Untuk tingkat yang lebih rendah dari beberapa statistik lainnya, studi menemukan fakta konsumsi video adalah hobi smartphone populer lainnya bagi konsumen AS. Hal itu tidak hanya relevan untuk menonton video cepat di sini atau di sana. Karena 21% orang mengatakan, mereka menggunakan ponsel cerdas untuk menonton lebih dari tujuh jam video setiap pekannya.

Dua temuan menarik lainnya dari fokus studi itu ialah tentang belanja dan Internet of Things (IoT). Di bagian belanja, RootMetrics berpendapat, ada sedikit keterputusan antara bagaimana konsumen melihat belanja seluler dan pembayaran seluler.

Sebagai contoh, penelitian ini menemukan 45% berencana menggunakan smartphone-nya untuk berbelanja selama periode liburan. Lalu 37% tidak melihat banyak nilai dalam menggunakan smartphone mereka untuk benar-benar membayar barang. Terutama ketika dibandingkan dengan solusi pembayaran yang lebih tradisional, seperti uang tunai dan kartu. Penelitian ini sendiri didasarkan pada tanggapan survei yang diberikan oleh 1.200 orang dewasa di AS.
(mim)
Berita Terkait
Cara Tingkatkan Aksesibilitas...
Cara Tingkatkan Aksesibilitas Smartphone saat Update untuk Android
11 Penemuan yang Mengubah...
11 Penemuan yang Mengubah Gaya Hidup Manusia
Smartphone realme Misterius...
Smartphone realme Misterius Berdesain Terbaru Beredar di Internet
Subsidi Kuota Dinilai...
Subsidi Kuota Dinilai Tak Cukup, DPR Minta Ada Subsidi Smartphone
Samsung Tempati Urutan...
Samsung Tempati Urutan Pertama Gawai yang Paling Banyak Dipakai di Indonesia
XL Axiata Serahkan 500...
XL Axiata Serahkan 500 Smartphone dan Internet Gratis untuk Pelajar Tidak Mampu
Berita Terkini
Lotus Memperkenalkan...
Lotus Memperkenalkan Struktur Baru untuk Eletre dan Emeya
3 jam yang lalu
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
10 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
12 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
14 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
14 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
16 jam yang lalu
Infografis
Bom Pintar GLSDB Amerika...
Bom Pintar GLSDB Amerika Ditembak Jatuh Sistem Rudal Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved