Penuh Teknologi AR dan Robotik, Seperti Ini Wujud Bengkel Masa Depan
Senin, 22 April 2019 - 10:19 WIB
Penuh Teknologi AR dan Robotik, Seperti Ini Wujud Bengkel Masa Depan
A
A
A
JAKARTA - Sekelompok ahli industri telah berkolaborasi untuk menciptakan visi mereka dalam membangun bengkel masa depan. Enam dari 10 peneliti berpikir mekanik automotif bukan dalam rencana mereka. Apa artinya?
Studi Direct Line dari perusahaan asuransi terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa Inggris menemukan, bahwa sebanyak 59% akan menolak bekerja di garasi atau bengkel. Hanya seperempat (26%) responden akan mempertimbangkan diri mengambil pekerjaan dalam urusan pemeliharaan kendaraan.
Penelitian pun menunjukkan industri nantinya mungkin memiliki masalah keragaman. Sebab jumlah kaum hawa yang tertarik menurun hanya menjadi 19%.
![Penuh Teknologi AR dan Robotik, Seperti Ini Wujud Bengkel Masa Depan]()
Laman Motor1 melaporkan, untuk membuat karier lebih menarik -dan menarik khalayak lebih luas- Direct Line telah meminta bantuan dari berbagai pakar industri untuk menunjukkan kepada publik bagaimana penampilan bengkel di masa depan. Bekerja dengan peneliti keselamatan Thatcham Research, inovator kota pintar DG Cities, dan Women's Engineering Society, perusahaan asuransi telah menghasilkan daftar inovasi masa depan. Kemudian menempatkan mereka dalam kesan seniman tentang bagaimana industri akan terlihat pada 2050.
Seperti yang diperlihatkan pada gambar-gambar di berita ini, para ahli memprediksi penggunaan luas teknologi holografik dan augmented reality (AR), serta robotik canggih untuk melakukan manuver mobil dan mencetak bagian-bagian 3D guna menghemat waktu dan uang. Panel para ahli juga menggambarkan lingkungan kerja yang sangat berbeda dari bengkel saat ini.
Terlihat bengkel yang sangat terhubung dan area kerja yang sangat bersih. Bnegkel bahkan diharapkan menggunakan laser untuk pengelasan, sementara mobil sendiri bisa mendiagnosis kesalahan atau kerusakannya sendiri.
![Penuh Teknologi AR dan Robotik, Seperti Ini Wujud Bengkel Masa Depan]()
"Di Direct Line Group, kami terus-menerus melihat lanskap yang berubah dan kemajuan teknologi dalam industri automotif untuk memastikan bahwa bengkel kami adalah yang terbaik, baik untuk karyawan atau pelanggan kami," kata Felicity Harer, Teknologi Jaringan Motor Spesialis di Direct Line.
“Sangat menarik untuk berpikir bahwa teknologi holografik dan AR, pencetakan 3D canggih, dan kendaraan terhubung yang memungkinkan mekanik menemukan rute masalah dengan cepat, akan mulai menjadi kenyataan," katanya.
Pihaknya juga berharap pandangan masa depan ini menunjukkan kepada kaum muda, khususnya, beragam karier yang berkembang dalam bidang teknik. "Hal itu akan mendorong orang-orang dari berbagai latar belakang untuk mempertimbangkan karier di sektor ini. Dengan inovasi seperti mobil tanpa pengemudi dalam jarak bersinggungan, ada ruang besar bagi orang untuk bekerja dan membentuk cara perbaikan dilakukan pada kendaraan ini dan teknologi yang dibutuhkan untuk melakukannya,” imbuhnya.
Elizabeth Donnelly, CEO Women's Engineering Society, menambahkan, sangat luar biasa bahwa langkah-langkah dalam teknologi telah dibuat di bengkel perbaikan. Namun untuk membuat sektor teknik automotif lebih beragam dan mendorong lebih banyak wanita untuk menganggapnya layak.
"Pilihan karier, kita harus memastikan bahwa ini dimulai dengan pendidikan sejak usia dini. Kurikulum secara tradisional cenderung mengajarkan anak-anak tentang karier gender dari tingkat dasar, yang mungkin mengapa ada begitu sedikit perempuan di bidang teknik. Kami berharap melalui pendidikan dan perkembangan menarik dalam industri kami dapat mempromosikan teknik sebagai profesi yang menarik bagi semua anggota masyarakat," pungkasnya.
Studi Direct Line dari perusahaan asuransi terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa Inggris menemukan, bahwa sebanyak 59% akan menolak bekerja di garasi atau bengkel. Hanya seperempat (26%) responden akan mempertimbangkan diri mengambil pekerjaan dalam urusan pemeliharaan kendaraan.
Penelitian pun menunjukkan industri nantinya mungkin memiliki masalah keragaman. Sebab jumlah kaum hawa yang tertarik menurun hanya menjadi 19%.

Laman Motor1 melaporkan, untuk membuat karier lebih menarik -dan menarik khalayak lebih luas- Direct Line telah meminta bantuan dari berbagai pakar industri untuk menunjukkan kepada publik bagaimana penampilan bengkel di masa depan. Bekerja dengan peneliti keselamatan Thatcham Research, inovator kota pintar DG Cities, dan Women's Engineering Society, perusahaan asuransi telah menghasilkan daftar inovasi masa depan. Kemudian menempatkan mereka dalam kesan seniman tentang bagaimana industri akan terlihat pada 2050.
Seperti yang diperlihatkan pada gambar-gambar di berita ini, para ahli memprediksi penggunaan luas teknologi holografik dan augmented reality (AR), serta robotik canggih untuk melakukan manuver mobil dan mencetak bagian-bagian 3D guna menghemat waktu dan uang. Panel para ahli juga menggambarkan lingkungan kerja yang sangat berbeda dari bengkel saat ini.
Terlihat bengkel yang sangat terhubung dan area kerja yang sangat bersih. Bnegkel bahkan diharapkan menggunakan laser untuk pengelasan, sementara mobil sendiri bisa mendiagnosis kesalahan atau kerusakannya sendiri.

"Di Direct Line Group, kami terus-menerus melihat lanskap yang berubah dan kemajuan teknologi dalam industri automotif untuk memastikan bahwa bengkel kami adalah yang terbaik, baik untuk karyawan atau pelanggan kami," kata Felicity Harer, Teknologi Jaringan Motor Spesialis di Direct Line.
“Sangat menarik untuk berpikir bahwa teknologi holografik dan AR, pencetakan 3D canggih, dan kendaraan terhubung yang memungkinkan mekanik menemukan rute masalah dengan cepat, akan mulai menjadi kenyataan," katanya.
Pihaknya juga berharap pandangan masa depan ini menunjukkan kepada kaum muda, khususnya, beragam karier yang berkembang dalam bidang teknik. "Hal itu akan mendorong orang-orang dari berbagai latar belakang untuk mempertimbangkan karier di sektor ini. Dengan inovasi seperti mobil tanpa pengemudi dalam jarak bersinggungan, ada ruang besar bagi orang untuk bekerja dan membentuk cara perbaikan dilakukan pada kendaraan ini dan teknologi yang dibutuhkan untuk melakukannya,” imbuhnya.
Elizabeth Donnelly, CEO Women's Engineering Society, menambahkan, sangat luar biasa bahwa langkah-langkah dalam teknologi telah dibuat di bengkel perbaikan. Namun untuk membuat sektor teknik automotif lebih beragam dan mendorong lebih banyak wanita untuk menganggapnya layak.
"Pilihan karier, kita harus memastikan bahwa ini dimulai dengan pendidikan sejak usia dini. Kurikulum secara tradisional cenderung mengajarkan anak-anak tentang karier gender dari tingkat dasar, yang mungkin mengapa ada begitu sedikit perempuan di bidang teknik. Kami berharap melalui pendidikan dan perkembangan menarik dalam industri kami dapat mempromosikan teknik sebagai profesi yang menarik bagi semua anggota masyarakat," pungkasnya.
(mim)