Demi Mercedes Benz, 2 Perusahaan China Akan Bertarung Mati-Matian

Selasa, 31 Desember 2019 - 19:01 WIB
Demi Mercedes Benz,...
Demi Mercedes Benz, 2 Perusahaan China Akan Bertarung Mati-Matian
A A A
BEIJING - Perusahaan otomotif China Geely saat ini pemegang saham perusahaan Mercedes Benz .Namun, Geely bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki minat terhadap aset Jerman.

BAIC (Beijing Automotive Industry Holding Co) juga merupakan pemegang saham gabungan awal tahun ini dengan kepemilikan 5 persen.

Baru-baru ini, BAIC berencana untuk menggandakan saham Daimler menjadi 10%. Jika ini terjadi, BAIC akan menjadi pemegang saham terbesar di Daimler dibandingkan dengan Geely yang saat ini memegang 9,69 persen.

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh kantor berita reuters, langkah untuk menggandakan saham BAIC di Daimler dilakukan dengan membeli saham di pasar terbuka.

Faktanya, hubungan BAIC - Daimler bukanlah hal baru karena kedua perusahaan memiliki usaha patungan dengan Benz yang berbasis di Beijing, yang juga diproduksi oleh Mercedes-Benz di China.

Logikanya adalah, tentu saja BAIC menginginkan hubungan yang lebih dekat tanpa campur tangan rekan senegara mereka. Atas nama Daimler, mereka belum tahu apa rencana BAIC tetapi melalui salah satu Dewan Direksinya, Hubertus Troska mengatakan hubungan Daimler dengan BAIC adalah istimewa dan tidak menghalangi perkembangan positif di masa depan.

Pemerintah Jerman memonitor perkembangan di Daimler setelah perusahaan China kedua melangkah untuk meningkatkan kepemilikannya di perusahaan induk Mercedes-Benz.

Seperti dilansir dari Reuters melaporkan bahwa mitra utama Daimler, BAIC, ingin menggandakan sahamnya menjadi 10 persen sehingga lebih dari 9,69 persen yang dimiliki Geely di perusahaan itu.

Meskipun pemerintah Jerman mengatakan 20 persen saham tidak akan memiliki kekuatan untuk menghalangi keputusan perusahaan, itu masih akan berdampak signifikan pada pertemuan pemegang saham.

"Kementerian Ekonomi sedang memantau situasi sekarang," kata seorang pejabat pemerintah kepada Reuters.
(wbs)
Berita Terkait
Sah, Daimler Ganti Nama...
Sah, Daimler Ganti Nama Jadi Mercedes-Benz Group AG
Buktikan Status Dealer...
Buktikan Status Dealer Truk Mercedes Terbaik, PT Alun Indah Serah Terima 17 Unit Arocs
Daimler Jual Pabrik...
Daimler Jual Pabrik Smart di Prancis ke Perusahaan Inggris
Cocok dengan Sopir Indonesia,...
Cocok dengan Sopir Indonesia, Truk Axor M-Cab Euro 4 Punya Tempat Tidur Luas
Truk Tua Kembali Perkasa!...
Truk Tua Kembali Perkasa! Daimler Rilis Suku Cadang untuk Truk Mercedes-Benz Seri Lama
Pasar Komersial Meningkat,...
Pasar Komersial Meningkat, Daimler Usung Kendaraan Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved