Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University

Rabu, 05 Februari 2020 - 20:27 WIB
Taklukkan Perkembangan...
Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University
A A A
JAKARTA - Di era digital milenial seperti sekarang, perguruan tinggi dituntut untuk berinovasi menaklukkan tantangan teknologi yang berkembang. Sehubungan dengan tantangan tersebut, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mendeklarasikan diri sebagai Full Pledged University atau Universitas Sayap Lengkap.
Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University

Jadi program S1, S2, dan S3-nya, tidak hanya studi di ruangan atau offline, tapi juga online. “UAI membuat blended learning, yakni proses pembelajaran campuran antara kuliah konvensional dan kuliah e-learning atau OFF and ON Line Learning. Program Studi STEM dan Ilmu Sosial-Humaniora juga sudah seimbang. Tanpa itu semua, sebuah perguruan tinggi hanya sebatas universitas, belum pada tahap Full Pledged University,” kata Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof Asep Saefuddin seusai menggelar wisuda ke-22 tahun akademik 2019-2020 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Kampus UAI juga terus memacu budaya riset di kampusnya karena salah satu ciri khas universitas adalah kegiatan riset. Rektor pun mendorong seluruh dosen melakukan penelitian dengan melibatkan mahasiswa. "Jadi mahasiswa menjdi bagian riset dari para dosen. Mereka lahir di era milenial, jadi sudah terbiasa mengeluarkan gagasan atau ide. Ide tak mutlak hak dari dosen, tapi juga mahasiswa,” cetusnya.
Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University

Terkait target hasil riset, dia menyebutkan, UAI tahun ini membidik 50 karya ilmiah. Sayangnya pendanaan masih dominan dari pemerintah. ”Sampai sekarang pendana riset dari pemerintah memang lebih baik, tapi tetap saja terbatas. Di sini diperlukan kebijakan perusahaan-perusahaan swasta untuk mau mendanai riset perguruan tinggi. Di negara lain, semacam Singapura, Malaysia, riset penelitinya didanai swasta,” bebernya.

Dia menambahkan, dari 50 riset, pihaknya berharap 10%-nya didanai pihak luar. Sedangkan sisanya diharapkan bisa didapat melalui kementerian terkait. "Dana riset dari luar bisa didapat dari Bank Dunia, Prancis, Inggris dan banyak lagi," kata Rektor lagi.
Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University

Sementara itu, dalam wisuda ke-22 tahun akademik 2019-2020, sebanyak 311 mahasiswa dari berbagai Program Studi Sarjana dan Program Studi dilantik oleh Rektor melalui sidang terbuka senat universitas. Selain prosesi wisud, para wisudawan sebelumnya mengikuti prosesi Khotmul Quran pada Jumat (31/1/2020) di Masjid Agung Al Azhar.

“Ini prosesi penyerahan Alquran oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar kepada para wisudawan yang dilanjutkan dengan khatam quran. Mahasiswa UAI juga memberikan donasi berupa pemberian alat shalat dan Al Qur’an untuk Pesantren Miftahul Hidayah di kawasan kabupaten Garut,” papar Prof Asep seraya mengatakan, acara ini dilakukan guna memperkuat lulusan UAI yang memiliki iptek dan imtaq yang kuat dan senantiasa menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.
Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University

UAI mendapat kehormatan khusus dengan hadirnya Priyantono Rudito, Board of Director PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) yang menyampaikan orasi ilmiah bertema Memenangkan Era Digital Distruption. Wisuda kali ini juga dihadiri oleh, Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, M Samsuri. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, dan dan 15 guru besar tamu dari beberapa universitas ternama di Indonesia.

Pada wisuda kali ini, wisuda terbaik dan berprestasi diraih oleh Muhammad Azzam Muhtadi dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Program Studi Bimbingan Konseling Islam. Sebagai apresiasi UAI memberikan hadiah umrah umrah untuk terbaik pertama.
Taklukkan Perkembangan Teknologi, UAI Klaim Full Pledged University

Wisudawan terbaik kedua adalah Syifa Fauziah dari Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum. Sedangkan terbaik ketiga ialah Indrawan Arifianto dari Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik Elektro.
(mim)
Berita Terkait
Mendesak, Indonesia...
Mendesak, Indonesia Butuh Pengembangan dan Penguasaan Teknologi
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
ITS Teken MoU dengan...
ITS Teken MoU dengan BRAUIC, Kerja Sama Riset hingga Magang
Dibekali Teknologi Pembelajaran...
Dibekali Teknologi Pembelajaran Canggih, Ide-ide Inovasi Sosial Tercipta
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Berita Terkini
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
19 menit yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
1 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
2 jam yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
3 jam yang lalu
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
6 jam yang lalu
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Teknologi Unggul Rusia...
5 Teknologi Unggul Rusia yang Mampu Mengalahkan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved