Indosat Ooredoo Gelontorkan Rp663 Miliar untuk Tuntaskan Reorganisasi

Minggu, 05 April 2020 - 02:14 WIB
Indosat Ooredoo Gelontorkan...
Indosat Ooredoo Gelontorkan Rp663 Miliar untuk Tuntaskan Reorganisasi
A A A
JAKARTA - Indosat Ooredoo menyatakan reorganisasi bisnis yang dilakukan manajemen telah berhasil dituntaskan. Bagian dari "Strategi Tiga Tahun" perusahaan untuk bertransformasi menjadi merek yang lebih gesit dan terpercaya telah diterima baik oleh karyawannya.

Reorganisasi ini telah diterima oleh 92% dari total 677 karyawan yang terkena dampak. Mereka juga telah menjalani fase transisi yang lancar pada akhir Maret lalu.

"Dengan dimulainya langkah-langkah ini, reorganisasi struktur perusahaan sebagian besar telah selesai," kata Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Irsyad Sahroni di Jakarta.

Pihaknya memahami bahwa ini adalah saat yang sulit bagi karyawan. Indosat Ooredoo berkomitmen untuk memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan penghargaan.

"Kami akan mengeksplorasi semua opsi yang memungkinkan untuk memberikan dukungan dan untuk memperingan dampak pada rekan-rekan kami. Kami telah mengadakan pelatihan dan dukungan pasca-kerja untuk karyawan yang terkena dampak pada akhir Februari lalu. Kami juga gembira bahwa mitra Managed Services berkelas dunia, Ericsson, telah mulai merekrut banyak karyawan kami yang terkena dampak untuk mulai bekerja di bawah payung perusahaannya,” katanya lagi.

Selain itu, perusahaan telah mengalokasikan dana Rp663 miliar untuk mendanai paket kompensasi. Rinciannya, angkatan pertama sebesar Rp343 Miliar untuk 328 karyawan yang terkena dampak, tidak termasuk bonus 2019 sebesar Rp18,3 miliar dan akan dibayarkan sebelum 15 April.

“Kami telah menyelesaikan reorganisasi perusahaan kami pada akhir Februari dan 92% karyawan yang terkena dampak telah menerima kompensasi yang jauh lebih baik daripada yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang,” klaim Irsyad.

Irsyad juga menyatakan bahwa perusahaan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membantu karyawan yang terkena dampak reorganisasi. Perusahaan saat ini sedang melalui proses mediasi dengan 52 karyawan yang terkena dampak yang memutuskan untuk menolak tawaran kompensasi dan melalui penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

“Memang benar beberapa karyawan yang terkena dampak memutuskan untuk melakukan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, dan kami menghormati dan mengikuti proses yang mengacu pada prosedur dan hukum yang berlaku," ujarnya.

Proses dimulai dengan pertemuan bipartit yang dilakukan pada akhir Februari lalu dan dilanjutkan proses mediasi yang dipimpin oleh masing-masing Kantor Tenaga Kerja setempat, sebelum merebaknya COVID-19. "Kami selalu mengikuti semua proses yang sesuai dengan Hukum yang berlaku dan diatur oleh Kantor Tenaga Kerja dan Pemerintah,” pungkasnya.
(mim)
Berita Terkait
Gunakan Teknologi AI...
Gunakan Teknologi AI Ericsson, Jaringan 4G Indosat Ooredoo Lebih Stabil Streaming Video
Indosat Ooredoo Umumkan...
Indosat Ooredoo Umumkan 10 Finalis World Industrial Design Day 2020
6 Cara Cek Pulsa Indosat,...
6 Cara Cek Pulsa Indosat, Ternyata Sangat Mudah!
Layanan Pelanggan Indosat...
Layanan Pelanggan Indosat Ooredoo Raih Penghargaan
Teknologi Comviva Dukung...
Teknologi Comviva Dukung Indosat Ooredoo Manjakan Konsumen
Cara Cek Nomor Indosat...
Cara Cek Nomor Indosat Ooredoo, Jangan Bingung!
Berita Terkini
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
24 menit yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
1 jam yang lalu
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
4 jam yang lalu
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Pabrikan Senjata Api...
Pabrikan Senjata Api AK 47 Kembali Produksi Motor Berwarna Pink?
7 jam yang lalu
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
15 jam yang lalu
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved