Pasar otomotif 2014 di Sulawesi diprediksi turun 15%
Selasa, 11 Maret 2014 - 18:30 WIB

Pasar otomotif 2014 di Sulawesi diprediksi turun 15%
A
A
A
Sindonews.com - Penjualan kendaraan roda empat di wilayah Sulawesi diprediksi turun 15 persen secara year on year. Jika pada 2013 rata-rata penjualan per bulan mencapai 4.600 unit, pada tahun ini diprediksi hanya sekitar 3.900-4.100 unit.
Direktur Operasional Kalla Toyota, Hariyadi Kaimuddin menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi pasar sedikit terkoreksi. Mulai dampak kenaikan Bahan Bakar minyak (BBM), kenaikan suku bungan serta pengetatan LTV oleh Bank Indonesia (BI).
"Di Februari penjualan mulai naik jika dibanding penjualan Januari. Tetapi prediksi kami pasar otomotif secara umum akan menurun 10 persen dari 55.000 unit menjadi 50.000 unit. Ini akan terjadi untuk semua merek," ujarnya, Selasa (11/3/2014).
Menurutnya, Khusus untuk penjualan Februari mencapai 4.070 unit. Kalla Toyota menguasai pasar dengan market share 43,7 persen dan membukukan penjualan 1.779 unit. Sementara, kontribusi terbesar disumbang segmen MPV low. Di kelas ini, pabrikan jepang tersebut mengklaim sebagai market leader dengan menguasai 63,5 persen untuk total penjualan.
"Untuk pencapaian tersebut, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang tetap setia dan menjadikan Avanza sebagai pilihan utama kendaraan keluarga," ujarnya.
Sementar, penjualan type lain seperti segmen compact entry, Toyota Agya membukukan penjualan 320 unit dan mengalami peningkatan 171 persen dibandingkan Januari 2014. Dengan penjualan tersebut, Toyota Agya menguasai pasar 51 persen.
Pada kelas SUV medium, Toyota Rush menguasai pasar 65,1 persen dengan total penjualan 155 unit. "Penguatan kami memang masih di segmen passanger khususnya compact entry, compact low, MPV low, MPV Medium, dan SUV," pungkasnya.
Direktur Operasional Kalla Toyota, Hariyadi Kaimuddin menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi pasar sedikit terkoreksi. Mulai dampak kenaikan Bahan Bakar minyak (BBM), kenaikan suku bungan serta pengetatan LTV oleh Bank Indonesia (BI).
"Di Februari penjualan mulai naik jika dibanding penjualan Januari. Tetapi prediksi kami pasar otomotif secara umum akan menurun 10 persen dari 55.000 unit menjadi 50.000 unit. Ini akan terjadi untuk semua merek," ujarnya, Selasa (11/3/2014).
Menurutnya, Khusus untuk penjualan Februari mencapai 4.070 unit. Kalla Toyota menguasai pasar dengan market share 43,7 persen dan membukukan penjualan 1.779 unit. Sementara, kontribusi terbesar disumbang segmen MPV low. Di kelas ini, pabrikan jepang tersebut mengklaim sebagai market leader dengan menguasai 63,5 persen untuk total penjualan.
"Untuk pencapaian tersebut, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang tetap setia dan menjadikan Avanza sebagai pilihan utama kendaraan keluarga," ujarnya.
Sementar, penjualan type lain seperti segmen compact entry, Toyota Agya membukukan penjualan 320 unit dan mengalami peningkatan 171 persen dibandingkan Januari 2014. Dengan penjualan tersebut, Toyota Agya menguasai pasar 51 persen.
Pada kelas SUV medium, Toyota Rush menguasai pasar 65,1 persen dengan total penjualan 155 unit. "Penguatan kami memang masih di segmen passanger khususnya compact entry, compact low, MPV low, MPV Medium, dan SUV," pungkasnya.
(izz)