Pasar Xenia Terkikis Daihatsu Tetap Optimis
Senin, 07 Juli 2014 - 16:05 WIB
Pasar Xenia Terkikis Daihatsu Tetap Optimis
A
A
A
JAKARTA - Perang pasar di segmen low MPV memang sangat deras, apalagi semakin banyaknya merek yang ikut terjun memakan 'kue' yang laris akan pasar. Kehadiran Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan Chevrolet Spin maka membuat Daihatsu dengan produknya Xenia, semakin terkikis.
Melihat hal seperti itu pihak Daihatsu terus meyakinkan calon pelanggan akan kelebihan dan keunggulan Xenia. Bukan hanya itu, Daihatsu juga meningkatkan pelayanan penjualan, purna jual baik service maupun ketersedian spare part seluruh daerah.
"Bila Xenia dianggap 'ketinggalan' (terkikis pasar) dibanding dengan yang lain, saya bilang tidak. Karena kita melakukan melakukan change terakhir Xenia di 2011," ungkap ADM Dom. Marketing Executive Coordinator, Rokky Iravayandi, di sela acara buka bersama Daihatsu di Jakarta, (6/6/2014).
Selain itu ADM juga didukung dengan 212 outlet dengan komposisi 127 outlet terpadu (VSP) dan 85 outlet khusus penjualan (V). Pada semester 1 2014, Xenia bukan sebagai backbone Daihatsu lagi, tergantikan dengan Daihatsu Gran Max yang kini paling mendominasi penjualan.
Daihatsu Xenia hanya menduduki posisi kedua dengan pencapaian penjualan 24.360 unit sama dengan merebut pasar sekitar 26,3 persen.
Rokky menambahkan bahwa setiap pihaknya melakukan change sebelumnya dilakukan survey apa saja yang dibutuhkan konsumen. Misalnya apakah konsumsi BBM, desain atau lainnya. Yang jelas ADM terus perubahan maupun perbaikan secara terus menerus.
Saat disinggung kapan Xenia akan mengalami perubahan wajah baru dari Daihatsu? Rooky menjawab dengan senyum "Tunggu saja tanggal mainnya, pasti ada," katanya.
Dimana Daihatsu Xenia hanya menduduki posisi kedua dengan mencapai penjualan sebesar 24.360 unit atau merebut pasar sekitar 26,3 persen.
Melihat hal seperti itu pihak Daihatsu terus meyakinkan calon pelanggan akan kelebihan dan keunggulan Xenia. Bukan hanya itu, Daihatsu juga meningkatkan pelayanan penjualan, purna jual baik service maupun ketersedian spare part seluruh daerah.
"Bila Xenia dianggap 'ketinggalan' (terkikis pasar) dibanding dengan yang lain, saya bilang tidak. Karena kita melakukan melakukan change terakhir Xenia di 2011," ungkap ADM Dom. Marketing Executive Coordinator, Rokky Iravayandi, di sela acara buka bersama Daihatsu di Jakarta, (6/6/2014).
Selain itu ADM juga didukung dengan 212 outlet dengan komposisi 127 outlet terpadu (VSP) dan 85 outlet khusus penjualan (V). Pada semester 1 2014, Xenia bukan sebagai backbone Daihatsu lagi, tergantikan dengan Daihatsu Gran Max yang kini paling mendominasi penjualan.
Daihatsu Xenia hanya menduduki posisi kedua dengan pencapaian penjualan 24.360 unit sama dengan merebut pasar sekitar 26,3 persen.
Rokky menambahkan bahwa setiap pihaknya melakukan change sebelumnya dilakukan survey apa saja yang dibutuhkan konsumen. Misalnya apakah konsumsi BBM, desain atau lainnya. Yang jelas ADM terus perubahan maupun perbaikan secara terus menerus.
Saat disinggung kapan Xenia akan mengalami perubahan wajah baru dari Daihatsu? Rooky menjawab dengan senyum "Tunggu saja tanggal mainnya, pasti ada," katanya.
Dimana Daihatsu Xenia hanya menduduki posisi kedua dengan mencapai penjualan sebesar 24.360 unit atau merebut pasar sekitar 26,3 persen.
(dol)