Ford Produksi 2004 hingga 2007 Jalani Investigasi NHTSA
Senin, 14 Juli 2014 - 14:44 WIB
Ford Produksi 2004 hingga 2007 Jalani Investigasi NHTSA
A
A
A
NEW YORK - NHTSA, badan keselamatan jalan raya dan lalu lintas AS telah membuka penyelidikan baru terkait masalah fungsi kemudi pada mobil lawas Ford. Pihak berwenang memfokuskan investigasi pada tiga model lawas Ford yakni Crown Victoria, Mercury Grand Marquis dan Mercury Merauder.
Melansir dari Leftlanenews, Senin (14/7/2014) NHTSA melakukan investigasi setelah menerima laporan terjadi obstruksi poros kemudi yang disebabkan oleh copotnya perisai panas di setir. Akibatnya setir menjadi terlalu rapat dan sulit dikendalikan.
Hingga kini, badan keselamatan konsumen yang berbasis di New York ini masih melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah insiden ini terkait dengan cacat yang lebih luas hingga keseluruh model.
Dari Informasi yang dikeluarkan NHTSA, setidaknya sudah ada satu korban cedera setelah setir Crown Victoria model 2004 diduga membeku dan menyebabkan mobil terguling. Kecelakaan itu terjadi di Michigan dan diduga perisai panas yang melindungi dari pembekuan, copot akibat korosi garam.
Kini penyelidikan fokus pada mobil yang diproduksi mulai 2004 sampai 2007 yang berpotensi berdampak pada 500 ribu unit kendaraan Ford. Pada 2013 lalu, ford juga melakukan penarikan kembali untuk mobil produski 2005-2011 yang dijual di wilayah AS berkadar garam tinggi.
Melansir dari Leftlanenews, Senin (14/7/2014) NHTSA melakukan investigasi setelah menerima laporan terjadi obstruksi poros kemudi yang disebabkan oleh copotnya perisai panas di setir. Akibatnya setir menjadi terlalu rapat dan sulit dikendalikan.
Hingga kini, badan keselamatan konsumen yang berbasis di New York ini masih melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah insiden ini terkait dengan cacat yang lebih luas hingga keseluruh model.
Dari Informasi yang dikeluarkan NHTSA, setidaknya sudah ada satu korban cedera setelah setir Crown Victoria model 2004 diduga membeku dan menyebabkan mobil terguling. Kecelakaan itu terjadi di Michigan dan diduga perisai panas yang melindungi dari pembekuan, copot akibat korosi garam.
Kini penyelidikan fokus pada mobil yang diproduksi mulai 2004 sampai 2007 yang berpotensi berdampak pada 500 ribu unit kendaraan Ford. Pada 2013 lalu, ford juga melakukan penarikan kembali untuk mobil produski 2005-2011 yang dijual di wilayah AS berkadar garam tinggi.
(dol)