Mobil RI Didominasi Bahan Dasar Impor

Selasa, 23 September 2014 - 16:15 WIB
Mobil RI Didominasi...
Mobil RI Didominasi Bahan Dasar Impor
A A A
JAKARTA - Sampai saat ini, Indonesia masih kekurangan mesin pembuat mesin otomotif atau mesin perkakas, sehingga masih didominasi impor.

Hal tersebut disampaikan melalui catatan Ketua Koperasi Industri Komponen Otomotif (KIKO) Indonesia, Kosasih. "Kita berharap ada kerja sama yang konkrit antara industri Indonesia dan Thailand dalam pameran dan konferensi permesinan dan pengerjaan logam terbesar se-ASEAN Metalex 2014," ungkapnya, Selasa (23/09/2014)

Acara tersebut renacanya diadakan di Bangkok 19-22 November mendatang, sebagai perhelatan dunia industri Thailand dengan Indonesia menyambut AEC 2015.

Ia menambahkan, informasi yang didapatkan bahwa 90% sepeda motor Indonesia menggunakan bahan produk lokal, sedangkan mobil hanya 40% lokal, sisanya impor. Komponen lokal masih sedikit, lanjut Kosasih, terkendal pada material, teknologi, dan kulitas SDM.

"Material kita impor, teknologi, SDM. Itu kendala utama. Makanya kalau nilai tukar dolar naik fluktuatif dampaknya besar, sangat berpengaruh," paparnya.

Salah satu upaya, lanjutnya, tak ada jalan lain lagi bagi pemerintah untuk mempersiapkan pabrik material sendiri dan meningkatkan daya saing menjadi lebih baik.

Sebab, kata Kosasih, lebih banyak pabrik di Indonesia bukan untuk komponen. "Impor banyak mesin perkakas hampir tak ada, investasinya juga tinggi. Daya saing kita sulit," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengerjaan Logam dan Permesinan Indonesia Djamaluddin Tanoto mengatakan, generasi muda Indonesia dan pemain baru di bidang Industri otomotif semakin baik tetapi tetap harus fokus. Salah satunya menghadapi persaingn di Asean Economic Community (AEC).

"Sangat bagus peluang bagi pemain industri otomotif baru untuk berkembang. Indonesia cukup bagus, maju. Kami terus mendukung berbagai kerja sama dengan negara lain, agar industri metal dan baja RI makin
berjaya," tegasnya.

Sedangkan di Thailand, 80% bahan baku pembuatan sepeda motor menggunakan prouk lokal. Dan untuk mobil sebanyak 90% berbahan lokal.
(dyt)
Berita Terkait
Mengintip Geliat Bisnis...
Mengintip Geliat Bisnis Restorasi Mobil Klasik
Penampakan Evakuasi...
Penampakan Evakuasi Mobil yang Dirusak dan Diceburkan Warga ke Sungai di Palembang
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan dan Penggelapan Mobil Rental Lintas Daerah
Mazda Indonesia Hadirkan...
Mazda Indonesia Hadirkan Produk Unggulan di GJAW 2023
Penjualan Mobil Bekas...
Penjualan Mobil Bekas kembali Menggeliat
Peluncuran Mobil Listrik...
Peluncuran Mobil Listrik ALETRA L8 EV pada GJAW 2024
Berita Terkini
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved