Penjualan Truk Tumbuh Lambat di Jateng dan DIY
Jum'at, 26 September 2014 - 21:57 WIB
Penjualan Truk Tumbuh Lambat di Jateng dan DIY
A
A
A
SEMARANG - PT New Ratna Motor (Nasmoco) Authorized Toyota Main Dealer Jateng dan DIY, terus berusaha meningkatkan penjualan kendaraan niaga di Jateng dan DIY.
Penetrasi ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar pun intens dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
Comercial Vehicle Manager, PT New Ratna Motor (Nasmoco) Authorized Toyota Main Dealer Jateng dan DIY, Bing Hermawan mengatakan, share penjualan mobil Niaga di Jateng mencapai 1000 unit setiap bulannya.
Hanya saja saat ini mengalami penurun, bahkan pada bulan Juli-Agustus, share sempat anjlok hingga 50 persen.
“Biasane (biasanya) kalau selama dolar tinggi, tabungan tinggi, kredit tinggi, akhirnya mobil niaga terpukul, dan juga dampak politik pilres kemarin. Belum lagi ditambah dengan mulai selektifnya pemberian kredit,” ujarnya.
Dia mengakui, penjualan truk di wilayah Jawa Tengah kondisinya stagnan. Ini akibat tingginya suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan juga adanya pembatasan kredit. Padahal, 80 persen penjualan truk bergantung pada pembiayaan kredit.
“Pada bulan Agustus biasanya penjualan naik, tapi kemarin justu anjolok,” katanya.
Dengan kondisi ini target penjualan Toyota Dyna, di Jateng dan DIY diharapkan tidak mengalami penurunan dari capaian tahun lalu sekitar 1800 unit.
”Awalnya kita optimis, namun kemudian penjualan turun akhirnya mau tidak mau melakukan revisi target,” imbuhnya.
Sisa waktu tiga bulan, diharapkan penjualan mampu tumbuh dengan baik, sehingga capaian penjualan tahun ini mampu bertahan. Daerah-daerah yang selama ini kurang maksimal mulai digarap untuk meningkatkan penjual.
Produk Toyota Dyna, saat ini penjualan paling bagus adalah Hevy truk yang biasanya untuk proyek yakni tipe 130 HT enam ban. Penjualan untuk tipe ini mencapi 70% dari total penjualan produk Dyna di Jateng dan DIY.
“Saat porsi pangsa pasar komersial memang masih sekitar 30% dari total market namun, ke depan potensinya akan lebih besar karena peluang untuk memacu pertumbuhan ekonomi cukup terbuka,” kata kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Rachmat Samulo.
Menurut Samulo, untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan kendaraan komersial, Toyota terus melakukan pengembangan produk bagi kendaraan andalannya di segmen ini yaitu, Toyota Dyna, HiAce dan Hilux.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, total penjualan kendaraan komersial truk dan pick up sampai Agustus 2014 sebesar 207.720 unit atau 25% dari total penjualan mobil secara nasional 830.398 unit.
Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan penjualan periode yang sama pada 2013 sebesar 213.221 unit. Penurunan tersebut tidak terlepas dari melemahnya laju pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini yang diperkirakan hanya berkisar 5,2%.
Penetrasi ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar pun intens dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
Comercial Vehicle Manager, PT New Ratna Motor (Nasmoco) Authorized Toyota Main Dealer Jateng dan DIY, Bing Hermawan mengatakan, share penjualan mobil Niaga di Jateng mencapai 1000 unit setiap bulannya.
Hanya saja saat ini mengalami penurun, bahkan pada bulan Juli-Agustus, share sempat anjlok hingga 50 persen.
“Biasane (biasanya) kalau selama dolar tinggi, tabungan tinggi, kredit tinggi, akhirnya mobil niaga terpukul, dan juga dampak politik pilres kemarin. Belum lagi ditambah dengan mulai selektifnya pemberian kredit,” ujarnya.
Dia mengakui, penjualan truk di wilayah Jawa Tengah kondisinya stagnan. Ini akibat tingginya suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan juga adanya pembatasan kredit. Padahal, 80 persen penjualan truk bergantung pada pembiayaan kredit.
“Pada bulan Agustus biasanya penjualan naik, tapi kemarin justu anjolok,” katanya.
Dengan kondisi ini target penjualan Toyota Dyna, di Jateng dan DIY diharapkan tidak mengalami penurunan dari capaian tahun lalu sekitar 1800 unit.
”Awalnya kita optimis, namun kemudian penjualan turun akhirnya mau tidak mau melakukan revisi target,” imbuhnya.
Sisa waktu tiga bulan, diharapkan penjualan mampu tumbuh dengan baik, sehingga capaian penjualan tahun ini mampu bertahan. Daerah-daerah yang selama ini kurang maksimal mulai digarap untuk meningkatkan penjual.
Produk Toyota Dyna, saat ini penjualan paling bagus adalah Hevy truk yang biasanya untuk proyek yakni tipe 130 HT enam ban. Penjualan untuk tipe ini mencapi 70% dari total penjualan produk Dyna di Jateng dan DIY.
“Saat porsi pangsa pasar komersial memang masih sekitar 30% dari total market namun, ke depan potensinya akan lebih besar karena peluang untuk memacu pertumbuhan ekonomi cukup terbuka,” kata kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Rachmat Samulo.
Menurut Samulo, untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan kendaraan komersial, Toyota terus melakukan pengembangan produk bagi kendaraan andalannya di segmen ini yaitu, Toyota Dyna, HiAce dan Hilux.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, total penjualan kendaraan komersial truk dan pick up sampai Agustus 2014 sebesar 207.720 unit atau 25% dari total penjualan mobil secara nasional 830.398 unit.
Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan penjualan periode yang sama pada 2013 sebesar 213.221 unit. Penurunan tersebut tidak terlepas dari melemahnya laju pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini yang diperkirakan hanya berkisar 5,2%.
(dol)