Kembangkan Mobnas, Proton Diyakini Tak Mampu Bersaing

Senin, 09 Februari 2015 - 11:23 WIB
Kembangkan Mobnas, Proton...
Kembangkan Mobnas, Proton Diyakini Tak Mampu Bersaing
A A A
JAKARTA - Proton Holding Berhad, pabrikan automotif asal Malaysia yang digandeng untuk mengembangkan mobil nasional (mobnas) di Indonesia diyakini tidak akan mampu bersaing dengan produsen mobil raksasa lain yang telah bertengger di Indonesia.

Pengamat Transportasi dari Universitas Indonesia Ellen Tangkudung menuturkan, saat masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu, Proton tidak terlalu dilirik oleh masyarakat Indonesia. Saat itu, hanya taksi yang menggunakan mobil keluaran anak usaha Lotus Cars Inggris tersebut.

"Kenapa harus Proton yang digandeng. Karena Proton itu waktu masuk beberapa tahun lalu enggak begitu laku, hanya Taxi yang membeli. Sekarang dia harus bersaing dengan produsen mobil di Indonesia yang raksas semua. seperti Innova dan Honda," ucapnya kepada Sindonews, Senin (9/2/2015).

Menurutnya, pasar yang akan dihadapi Proton nantinya akan sangat berat. Terlebih, rencananya kerja sama yang dilakukan antara Proton dan PT Adiperkasa Citra Lestari ini dilakukan bertahap.

"Dia harus bersaing dengan merek-merek itu. Kalau baru masuk dan awalnya ekspor dulu, baru bertahap memproduksi sendiri, rasanya kalau menurut saya bisa kurang laku ya. Karena pasarnya tuh berat," jelas dia.

Sementara itu, pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ki Darmaningtyas mempertanyakan seberapa besar komponen lokal (local content) yang akan diberikan Proton terhadap mobnas Indonesia. "Kalau local content-nya kurang dari 80% sih menurut saya bukan mobil nasional. Itu mobil luar negeri yang dirakit di Indonesia saja," tegas Darmaningtyas.

Selain itu, lanjut Darmaningtyas, keberadaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat penandatangangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Proton dan Adiperkasa juga tidak akan mampu mendongkrak pasar Proton di Indonesia.

"Karena masyarakat sekarang tidak bisa dipaksa lagi oleh penguasa, yang akan membeli adalah orang-orang yang ingin mendekati penguasa saja, sebagai alat lobi penguasa kalau dirinya memakai mobil Proton. Tapi masyarakat umum lebih memilih mobil murah yang diproduksi di Indonesia dan suku cadangnya mudah didapat," pungkas dia.
(dyt)
Berita Terkait
Istana Buka Peluang...
Istana Buka Peluang Produksi Mobil Nasional Masuk PSN
36,6% Dana Proyek Strategis...
36,6% Dana Proyek Strategis Nasional Masuk Rekening ASN dan Politisi
Target Proyek Strategis...
Target Proyek Strategis Dipangkas Jadi 34, Akan Rampung 2021
Komitmen Moeldoko terhadap...
Komitmen Moeldoko terhadap Program Strategis Nasional Diapresiasi
Waskita Karya Tangani...
Waskita Karya Tangani 108 Proyek Berjalan, Nilainya Rp66 Triliun
170 Proyek Strategis...
170 Proyek Strategis Nasional Sudah Rampung, Investasinya Tembus Rp1.299 Triliun
Berita Terkini
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved