Disebut Berbahaya, China Ngaku Karyawan hingga Bos TikTok Orang AS

Jum'at, 24 Juli 2020 - 20:38 WIB
Tetapi, TikTok memiliki pembelaan terhadap tuduhan tersebut. Juru bicara aplikasi terpopuler saat ini menyebutkan perusahaannya kini dipimpin oleh CEO asal Amerika Serikat dan memiliki karyawan yang berasal dari Amerika Serikat juga.

Aplikasi video pendek asal China, TikTok, baru saja memiliki seorang kepala eksekutif atau CEO baru. Namanya Kevin Mayer dari Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Ia menggantikan Alex Zhu yang akan menjadi wakil presiden produk dan strategi ByteDance Technology, induk usaha TikTok. Warga Amerika itu resmi menggantikan Zhu pada 1 Juni 2020.

Penunjukkan Mayer nampaknya menjadi cara raksasa teknologi China itu untuk keluar dari bayang-bayang negeri Tirai Bambu. Mayer sebelumnya menjabat sebagai head of Streaming Services Disney.

Saat bekerja di Disney, Mayer menjadi eksekutif yang mengawasi layanan streaming Disney Plus, ESPN Plus, dan Hulu. Khusus Disney Plus, layanan ini merengkuh kesuksesan dengan cepat, dengan mendapat 50 juta pelanggan dalam waktu kurang dari enam bulan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!