Optimisme Jokowi: Mobil Listrik Indonesia Bisa Bersaing Kuat di Pasar Global
Jum'at, 16 Februari 2024 - 08:43 WIB
“Ya sementara belum (ditambah insentifnya). Tapi kita sudah mendorong dengan pengurangan PPN. Saya kira ini akan mendorong penjualan dan nanti baliknya mendorong subsidi pabrik-pabrik electric vehicle yang ada di Indonesia,” ujarnya.
“Arahnya ke sana. Sehingga nanti kita bisa bersaing dengan negara-negara lain kalau semua konten sudah, baterainya sudah, nah kita akan lihat kita akan bersaing dengan negara lain,” lanjut Jokowi.
Sekadar informasi, saat ini pemerintah memberikan insentif untuk mobil listrik yang diproduksi secara lokal dengan konten lokal minimal 40 persen.
Besaran insentif yang diberikan adalah PPN dari normalnya 11 persen menjadi hanya 1 persen.
Tak cuma mobil listrik produksi lokal, pemerintah memberikan insentif impor berupa pembebasan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil listrik completely build up (CBU) dan completely knock down (CKD).
“Arahnya ke sana. Sehingga nanti kita bisa bersaing dengan negara-negara lain kalau semua konten sudah, baterainya sudah, nah kita akan lihat kita akan bersaing dengan negara lain,” lanjut Jokowi.
Sekadar informasi, saat ini pemerintah memberikan insentif untuk mobil listrik yang diproduksi secara lokal dengan konten lokal minimal 40 persen.
Besaran insentif yang diberikan adalah PPN dari normalnya 11 persen menjadi hanya 1 persen.
Tak cuma mobil listrik produksi lokal, pemerintah memberikan insentif impor berupa pembebasan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil listrik completely build up (CBU) dan completely knock down (CKD).
Lihat Juga :