Joe Biden Tegaskan AS Siap Gempur China demi Kuasai Industri Otomotif
Jum'at, 08 Maret 2024 - 09:19 WIB
Meski mobil buatan negara komunis itu dikenakan pajak sebesar 25 persen di AS, namun harganya tetap kompetitif dan lebih murah untuk kendaraan sejenis. Jumlah kendaraan listrik buatan Tiongkok juga meningkat di AS.
Tiongkok mengeksploitasi kelemahan AS dengan membangun pabrik produksi kendaraan listrik di negara tetangganya, Meksiko.
Hal ini memungkinkan mobil buatan Tiongkok untuk terdaftar sebagai produk Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan tidak dikenakan tarif yang mahal.
Situasi tersebut memberikan tekanan politik kepada Biden seiring semakin dekatnya pemilihan Presiden.
Biden kini menghadapi lawan politik yang menyerukan kebijakan yang lebih keras terhadap Tiongkok.
Untuk mendapatkan suara pekerja Amerika, Presiden perlu menunjukkan bahwa ia berjuang untuk menciptakan lapangan kerja bagi rakyat. Dengan rentetan itu, Biden menjadikan kendaraan listrik China sebagai salah satu agenda kampanye politiknya.
Tiongkok mengeksploitasi kelemahan AS dengan membangun pabrik produksi kendaraan listrik di negara tetangganya, Meksiko.
Hal ini memungkinkan mobil buatan Tiongkok untuk terdaftar sebagai produk Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan tidak dikenakan tarif yang mahal.
Situasi tersebut memberikan tekanan politik kepada Biden seiring semakin dekatnya pemilihan Presiden.
Biden kini menghadapi lawan politik yang menyerukan kebijakan yang lebih keras terhadap Tiongkok.
Untuk mendapatkan suara pekerja Amerika, Presiden perlu menunjukkan bahwa ia berjuang untuk menciptakan lapangan kerja bagi rakyat. Dengan rentetan itu, Biden menjadikan kendaraan listrik China sebagai salah satu agenda kampanye politiknya.
(wbs)
Lihat Juga :