Hasil Riset Terbaru, Mobil Listrik Ternyata Hasilkan Banyak Emisi Beracun

Sabtu, 09 Maret 2024 - 09:41 WIB
Rakha mengatakan sangat sulit untuk menentukan perbedaan antara jumlah mikroplastik yang dikeluarkan dari tapak ban kendaraan listrik dan kendaraan bertenaga bensin karena harus memisahkan mikroplastik yang sudah ada di udara dari sumber lain dengan apa yang keluar dari ban.

Rakha dan timnya di Virginia Tech sedang melakukan uji lapangan untuk menentukan seberapa banyak mikroplastik yang dikeluarkan dari mobil listrik dan mobil konvensional dengan menggunakan simulator lalu lintas yang akan meniru setting perkotaan.

Dia menambahkan kemungkinan besar tidak akan ada perbedaan besar antara mobil listrik dan mobil bertenaga bensin. Diperkirakan perbedaannya sekitar 20 persen. "Ini tidak berarti bahwa orang harus menjauh dari mobil listrik karena 'lebih efisien tergantung emisi nol,' kata Rakha. Dia menambahkan catatan bahwa mobil listrik juga menghasilkan banyak CO2 saat mengisi daya kendaraan.

Baterai mobil listrik beratnya sekitar 453 Kg dan dapat menghasilkan emisi ban yang hampir 400 kali lebih banyak daripada emisi knalpot. Polusi partikel dapat meningkatkan masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, asma, penyakit paru-paru, dan dalam kasus ekstrem, dapat menyebabkan rawat inap, kanker, dan kematian prematur.

Mobil bertenaga bensin baru diciptakan untuk menjadi 'lebih bersih,' dengan memperbarui trim mesin pembakaran internal untuk memasukkan filter partikulat yang mengurangi emisi. Peningkatan berat mobil listrik karena baterai lithium-ion menyebabkan ban aus lebih cepat, akhirnya menghasilkan lebih banyak emisi.

Baca Juga: Toyota Tak Percaya Kendaraan Listrik Mampu Kurangi Emisi Karbon
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!