Kehadiran Mobil Listrik Ubah Strategi Penjualan Kendaraan Bekas
Kamis, 12 Desember 2024 - 13:17 WIB
Showroom mobil bekas di Mangga Dua Jakarta. FOTO/ DOK SINDOnews
JAKARTA - Perkembangan industri otomotif di Indonesia yang semakin masif, terutama dengan peningkatan penggunaan mobil listrik, telah membawa tantangan baru bagi pasar mobil bekas. Penurunan harga jual mobil listrik bekas menjadi fenomena yang menarik untuk diperhatikan.
BACA JUGA - Begini Sensasi Mengemudikan Mobil Listrik
Agustinus, CEO Focus Motor, mengungkapkan bahwa pasar mobil listrik bekas tengah menghadapi penurunan signifikan. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga mobil listrik bekas terus merosot.
Salah satu penyebab utama adalah dominasi pabrikan asal China dalam pasar mobil listrik di Indonesia. "Pabrikan Tiongkok menguasai pasar mobil listrik di sini, yang berimbas pada fluktuasi harga yang cepat," ujarnya. Faktor lainnya, ia melanjutkan, adalah ketidakstabilan harga mobil listrik itu sendiri. Sering kali harga mobil listrik baru mengalami perubahan drastis, yang tentunya memengaruhi nilai jual kembali mobil bekasnya.
"Untuk mobil listrik, harga bisa berubah setiap saat, sementara harga mobil bekas hybrid masih cenderung stabil," tambah Agustinus saat ditemui di Jakarta Utara pada Kamis, 12 Desember.
Sebagai contoh, harga Wuling Air EV yang terus turun setiap bulannya. "Saya harus menurunkan harga Wuling Air EV sekitar Rp 10 hingga Rp 15 juta setiap bulan. Ini karena hampir setiap bulan ada mobil baru dari merek asal Tiongkok yang diluncurkan," jelasnya.
BACA JUGA - Begini Sensasi Mengemudikan Mobil Listrik
Agustinus, CEO Focus Motor, mengungkapkan bahwa pasar mobil listrik bekas tengah menghadapi penurunan signifikan. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga mobil listrik bekas terus merosot.
Salah satu penyebab utama adalah dominasi pabrikan asal China dalam pasar mobil listrik di Indonesia. "Pabrikan Tiongkok menguasai pasar mobil listrik di sini, yang berimbas pada fluktuasi harga yang cepat," ujarnya. Faktor lainnya, ia melanjutkan, adalah ketidakstabilan harga mobil listrik itu sendiri. Sering kali harga mobil listrik baru mengalami perubahan drastis, yang tentunya memengaruhi nilai jual kembali mobil bekasnya.
"Untuk mobil listrik, harga bisa berubah setiap saat, sementara harga mobil bekas hybrid masih cenderung stabil," tambah Agustinus saat ditemui di Jakarta Utara pada Kamis, 12 Desember.
Sebagai contoh, harga Wuling Air EV yang terus turun setiap bulannya. "Saya harus menurunkan harga Wuling Air EV sekitar Rp 10 hingga Rp 15 juta setiap bulan. Ini karena hampir setiap bulan ada mobil baru dari merek asal Tiongkok yang diluncurkan," jelasnya.
Lihat Juga :