65.4% Literasi Keuangan Indonesia: Angka Indah di Balik Jurang Kebodohan, Astra Financial Bertindak!

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:15 WIB
"Angka statistik ini bukan akhir dari segalanya. Masih banyak lapisan masyarakat yang belum tersentuh edukasi keuangan," ungkap Direktur Astra sekaligus Director in Charge Astra Financial, Suparno Djasmin.

“Literasi keuangan yang baik adalah fondasi kesejahteraan. Tanpa itu, kita akan terus terjerumus dalam masalah finansial," tegasnya.

Khoirul Muttaqien, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, mengamini hal ini. "Guru adalah ujung tombak edukasi. Mereka harus dibekali pengetahuan keuangan yang mumpuni agar bisa menularkannya kepada generasi penerus," ujarnya. Ia menyoroti maraknya investasi ilegal dan judi online yang menghancurkan perekonomian keluarga. "Ini adalah kejahatan finansial yang harus kita perangi bersama," serunya.

Ramadan, Momentum Tepat Bangkitkan Kesadaran Keuangan Syariah

Di bulan Ramadan, literasi keuangan syariah menjadi fokus utama. "Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar, tapi literasi keuangan syariah kita masih tertinggal," ungkap Khoirul Muttaqien. "Kita ada di peringkat ketujuh di Asia Tenggara. Ini memalukan! Kita harus bangkitkan kesadaran ini," tambahnya.

Astra Financial, dengan dukungan empat unit bisnisnya—FIFGROUP, ACC, TAF, dan Asuransi Astra—menghadirkan layanan keuangan syariah AMITRA, ACC Syariah, TAF Syariah, dan Asuransi Astra Syariah. "Kami ingin masyarakat paham bahwa keuangan syariah bukan hanya soal ibadah, tapi juga pengelolaan keuangan yang adil dan berkelanjutan," jelas Suparno Djasmin.

Menurut Suparno, KLiK Astra Financial bukan sekadar program literasi biasa. Astra Financial menargetkan guru sebagai agen perubahan, menjangkau kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, pelajar, UMKM, masyarakat 3T (terdepan, tertinggal, terluar), disabilitas, dan pekerja migran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!