Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!

Rabu, 02 April 2025 - 10:21 WIB
Beberapa pemilik Tesla bahkan dilaporkan telah menjual mobil mereka setelah Musk memberikan pidato pada hari pelantikan yang menyerupai dua kali hormat ala Nazi.

Protes yang Berkembang Pesat

Protes-protes ini terus berkembang setiap minggu, dengan jumlah peserta yang terus bertambah. Penyelenggara Tesla Takedown telah dengan hati-hati menjauhkan diri dari vandalisme kekerasan yang juga telah dilakukan terhadap showroom-showroom Tesla.

Puluhan fasilitas Tesla telah diserang di tengah malam dengan bom molotov, tembakan, atau grafiti yang berisi kata-kata seperti "Persetan Elon" dan "Tesla adalah Fasis."

Pada hari Senin, FBI meluncurkan satuan tugas untuk mengejar para pelaku vandalisme yang dilabeli sebagai "teroris domestik" oleh Trump, Musk, dan Jaksa Agung AS, Pam Bondi.

Baca Juga: Elon Musk Izinkan Tesla Dijual di Arab Saudi

Direktur FBI, Kash Patel, memposting di X: "Ini adalah terorisme domestik. Mereka yang bertanggung jawab akan dikejar, ditangkap, dan dibawa ke pengadilan." Pada hari Rabu, polisi menangkap seorang tersangka dalam serangan terkenal terhadap showroom Tesla di Las Vegas yang melibatkan bom molotov. Tersangka didakwa dengan 15 dakwaan.

Namun, penyelenggara Tesla Takedown menegaskan bahwa demonstrasi mereka dimaksudkan untuk tetap non-kekerasan. "Kami adalah gerakan protes akar rumput non-kekerasan," kata kelompok tersebut. "Kami menentang kekerasan dan perusakan properti. Protes damai di properti publik bukanlah terorismedomestik."
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!