Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!
Rabu, 02 April 2025 - 10:21 WIB
Tampak pengunjuk rasa sedang melakukan protes di salah satu dealer Tesla di Amerika. Foto: ist
AMERIKA - Gelombang protes global mengguncang Tesla, lebih dari 200 demonstrasi di seluruh AS dan dunia. Foto:
Dari Australia hingga Eropa dan Amerika Serikat, ratusan demonstran turun ke jalan untuk memprotes Elon Musk dan tindakannya yang dianggap merugikan pemerintah federal AS.
Aksi yang diberi nama "Tesla Takedown's Global Day of Action" ini merupakan puncak dari serangkaian demonstrasi yang dimulai tak lama setelah pelantikan Donald Trump.
Penyelenggara aksi menyerukan tiga hal: jangan membeli Tesla, jual saham Tesla, dan bergabung dengan gerakan protes Tesla Takedown.
“Menyakiti Tesla sama dengan menghentikan Musk,” demikian salah satu slogan kelompok tersebut. “Menghentikan Musk akan membantu menyelamatkan nyawa dan demokrasi kita.”
Pada hari Sabtu, dengan lebih dari 200 acara yang direncanakan di seluruh dunia, protes dimulai pada tengah hari di depan showroom-showroom Tesla di Australia dan Selandia Baru, kemudian menyebar ke seluruh Eropa, termasuk di negara-negara seperti Finlandia, Norwegia, Denmark, Jerman, Prancis, Belanda, dan Inggris.
Setiap aksi unjuk rasa diorganisir secara lokal dengan tema-tema yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing.
Di Irlandia, aksi tersebut bertajuk "Smash the Fash", sedangkan di Swiss bertajuk "Down with Doge".
Musk, orang terkaya di dunia, memimpin apa yang disebut "departemen efisiensi pemerintah" (Doge), yang ditugaskan untuk memangkas anggaran federal di AS, termasuk dengan memecat ribuan pekerja. Tindakan ini memicu gelombang kritik dan protes.
Dari Australia hingga Eropa dan Amerika Serikat, ratusan demonstran turun ke jalan untuk memprotes Elon Musk dan tindakannya yang dianggap merugikan pemerintah federal AS.
Aksi yang diberi nama "Tesla Takedown's Global Day of Action" ini merupakan puncak dari serangkaian demonstrasi yang dimulai tak lama setelah pelantikan Donald Trump.
Penyelenggara aksi menyerukan tiga hal: jangan membeli Tesla, jual saham Tesla, dan bergabung dengan gerakan protes Tesla Takedown.
“Menyakiti Tesla sama dengan menghentikan Musk,” demikian salah satu slogan kelompok tersebut. “Menghentikan Musk akan membantu menyelamatkan nyawa dan demokrasi kita.”
Pada hari Sabtu, dengan lebih dari 200 acara yang direncanakan di seluruh dunia, protes dimulai pada tengah hari di depan showroom-showroom Tesla di Australia dan Selandia Baru, kemudian menyebar ke seluruh Eropa, termasuk di negara-negara seperti Finlandia, Norwegia, Denmark, Jerman, Prancis, Belanda, dan Inggris.
Setiap aksi unjuk rasa diorganisir secara lokal dengan tema-tema yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing.
Di Irlandia, aksi tersebut bertajuk "Smash the Fash", sedangkan di Swiss bertajuk "Down with Doge".
Musk, orang terkaya di dunia, memimpin apa yang disebut "departemen efisiensi pemerintah" (Doge), yang ditugaskan untuk memangkas anggaran federal di AS, termasuk dengan memecat ribuan pekerja. Tindakan ini memicu gelombang kritik dan protes.
Lihat Juga :