Hyundai Bingung, Baterai Ioniq 5 Tetap Bugar di 87 Persen Setelah Melibas 580.000 kilometer!
Senin, 05 Mei 2025 - 12:55 WIB
Terkesan dengan fenomena langka ini, sang produsen mengambil langkah tak terduga. Hyundai memutuskan untuk mengganti baterai dan motor penggerak mobil Lee secara cuma-cuma! Bukan tanpa alasan, tindakan ini dilakukan agar Hyundai-Kia Research Institute dapat melakukan penelitian mendalam terhadap baterai dan motor penggerak listrik yang telah membuktikan ketahanannya di medan sesungguhnya.
"Saat mengembangkan baterai, kami perlu membuat model prediksi untuk kinerja daya tahan dan memeriksa apakah model ini sesuai dengan hasil penggunaan aktual. Itulah sebabnya kami benar-benar memeriksa baterai kendaraan pelanggan dengan jarak tempuh kumulatif yang tinggi," ungkap Yoon Dal-Young dari Hyundai, menyiratkan betapa berharganya data dari kasus Lee bagi pengembangan teknologi baterai masa depan.
Biasanya, produsen mobil menggunakan armada taksi untuk melakukan pengujian ketahanan semacam ini. Namun, mobil Lee mencatatkan jarak tempuh tertinggi yang pernah mereka saksikan pada sebuah Ioniq 5, menjadikannya subjek penelitian yang tak ternilai harganya.
Lee sendiri memberikan perspektif yang kontras dengan pengalamannya menggunakan kendaraan bermesin pembakaran internal. "Ketika saya mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal, saya mengganti oli setiap 15 hari karena terlalu banyak mengemudi," kenangnya. Meskipun perawatan rutin dilakukan, ia harus terus-menerus mengganti berbagai komponen mesin dan powertrain.
Namun, cerita berbeda terukir bersama Ioniq 5. Mobil listrik ini hanya menuntut penggantian komponen konsumabel dasar, seperti kampas rem, ban, wiper, filter kabin, cairan pendingin (coolant), dan cairan rem.
"Saat mengembangkan baterai, kami perlu membuat model prediksi untuk kinerja daya tahan dan memeriksa apakah model ini sesuai dengan hasil penggunaan aktual. Itulah sebabnya kami benar-benar memeriksa baterai kendaraan pelanggan dengan jarak tempuh kumulatif yang tinggi," ungkap Yoon Dal-Young dari Hyundai, menyiratkan betapa berharganya data dari kasus Lee bagi pengembangan teknologi baterai masa depan.
Biasanya, produsen mobil menggunakan armada taksi untuk melakukan pengujian ketahanan semacam ini. Namun, mobil Lee mencatatkan jarak tempuh tertinggi yang pernah mereka saksikan pada sebuah Ioniq 5, menjadikannya subjek penelitian yang tak ternilai harganya.
Lee sendiri memberikan perspektif yang kontras dengan pengalamannya menggunakan kendaraan bermesin pembakaran internal. "Ketika saya mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal, saya mengganti oli setiap 15 hari karena terlalu banyak mengemudi," kenangnya. Meskipun perawatan rutin dilakukan, ia harus terus-menerus mengganti berbagai komponen mesin dan powertrain.
Namun, cerita berbeda terukir bersama Ioniq 5. Mobil listrik ini hanya menuntut penggantian komponen konsumabel dasar, seperti kampas rem, ban, wiper, filter kabin, cairan pendingin (coolant), dan cairan rem.
Lihat Juga :