Gara-Gara Xiaomi SU7 Kecelakaan, China Haramkan Fitur Mengemudi Otonom Berlebihan di Iklan Mobil!
Rabu, 07 Mei 2025 - 11:00 WIB
Berdasarkan aturan yang diperbarui, produsen mobil tidak lagi diizinkan untuk menguji dan meningkatkan ADAS mereka melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh untuk kendaraan yang telah dikirimkan kepada pelanggan tanpa persetujuan.
Mereka sekarang sdiwajibkan untuk melakukan pengujian yang memadai untuk memverifikasi keandalan dan mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang sebelum melakukan update.
Huawei, yang memasok ADAS-nya ke setidaknya tujuh merek termasuk Audi di China, termasuk di antara perusahaan yang menghadiri pertemuan tersebut.
Langkah regulasi ini muncul ketika produsen mobil berlomba-lomba meluncurkan model-model baru yang dilengkapi dengan ADAS, mengunggulkan kemampuan "mengemudi pintar" sebagai poin penjualan utama.
BYD meluncurkan setidaknya 21 model mobil pada bulan Februari dengan harga kurang dari USD10.000 (sekitar Rp 160 juta) yang dilengkapi dengan fitur "mengemudi pintar" gratis. Banyak pesaingnya termasuk Leapmotor dan Toyota mengikuti jejaknya, memperkenalkan kendaraan terjangkau dengan fitur serupa.
Mereka sekarang sdiwajibkan untuk melakukan pengujian yang memadai untuk memverifikasi keandalan dan mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang sebelum melakukan update.
Huawei, yang memasok ADAS-nya ke setidaknya tujuh merek termasuk Audi di China, termasuk di antara perusahaan yang menghadiri pertemuan tersebut.
Langkah regulasi ini muncul ketika produsen mobil berlomba-lomba meluncurkan model-model baru yang dilengkapi dengan ADAS, mengunggulkan kemampuan "mengemudi pintar" sebagai poin penjualan utama.
BYD meluncurkan setidaknya 21 model mobil pada bulan Februari dengan harga kurang dari USD10.000 (sekitar Rp 160 juta) yang dilengkapi dengan fitur "mengemudi pintar" gratis. Banyak pesaingnya termasuk Leapmotor dan Toyota mengikuti jejaknya, memperkenalkan kendaraan terjangkau dengan fitur serupa.
Lihat Juga :