Investasi Raksasa Korea Batal, Hyundai dan LG Tegaskan Komitmen: Baterai Mobil Listrik Made in Indonesia Tetap Menyala!

Rabu, 14 Mei 2025 - 21:35 WIB
Sebelumnya, Kepala Strategi Perusahaan Hyundai Motors Indonesia (HMID), Hendry Pratama, telah mengungkapkan bahwa mundurnya konsorsium besar asal Korea Selatan itu tidak akan sedikit pun memengaruhi operasional HLI.

Ia bahkan menyatakan bahwa HLI memiliki opsi untuk mencari bahan baku berkualitas dari berbagai lokasi dan pihak lainnya. "Kita di entitas HLI tidak ada perubahan karena memang isu yang beredar tidak mencakup pada scoup HLI itu sendiri bahkan di area yang lebih hulu lagi," ujarnya beberapa waktu lalu.

Pantauan langsung di jantung operasional PT HLI Green Power di Karawang pada Rabu (14/5/2025) membuktikan ucapan Hendry Pratama. Aktivitas produksi baterai lithium ion dengan bahan baku utama NMC (nikel, mangan, kobalt) tetap berjalan sebagaimana mestinya. Semangat kerja para karyawan tampak tak surut, seolah tak terpengaruh oleh badai investasi yang batal menerjang.

Ubaidah Ibnu Jarrah, Cell Technology Formation Part Leader PT HLI Green Power, dengan nada tegas meluruskan kabar yang beredar.

“Tidak ada pengaruh walaupun LG tidak jadi investasi di Indonesia. Kita masih fokus produksi dan kepemilikan saham kita masih 50 persen Hyundai dan LG 50 persen," ujarnya di tengah hiruk pikuk produksi, memberikan kepastian bahwa kemitraan strategis antara dua raksasa industri ini tetap solid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!