Pabrik Baterai Hyundai di Jantung Indonesia, tapi 98 Persen Justru Terbang ke Negeri Ginseng dan Bollywood!
Sabtu, 17 Mei 2025 - 10:09 WIB
Proses perakitan sel baterai mobil listrik di pabrik Hyundai di Karawang, Jawa Barat. Foto: Hyundai Indonesia
KARWANG - Hyundai, pionir kendaraan listrik yang melaju di aspal Indonesia, memiliki pabrik baterai raksasa bernama PT HLI Green Power di Jawa Barat.
Berdiri megah di Karawang, pabrik kolaborasi antara Hyundai dan LG Energy Solution ini bertugas merakit sel-sel baterai yang mampu menghasilkan 120.000 unit sel baterai per hari atau 32.640.000 sel per tahun!
Namun, di balik produksi yang mengagumkan ini, tersimpan fakta unik. Ubaidah Jarrah, Professional Cell Technology Team PT HLI Green Power, membocorkan fakta yang mengejutkan.
Dari total produksi sel baterai itu, 98 persennya, atau sekitar 19.752.300 sel, justru terbang jauh ke Korea Selatan dan India!
“98 persennya ekspor ke Korea Selatan dan India, untuk Hyundai dan Kia Motor Group. Kalau untuk Indonesia baru 2 persen (sekitar 375.264 sel per tahun) dan hanya untuk Kona Electric saja,” ungkap Jarrah saat ditemui di Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/5/2025).
Ini menunjukkan bahwa "harta karun" baterai lokal justru “dinikmati” oleh negara lain.
Berdiri megah di Karawang, pabrik kolaborasi antara Hyundai dan LG Energy Solution ini bertugas merakit sel-sel baterai yang mampu menghasilkan 120.000 unit sel baterai per hari atau 32.640.000 sel per tahun!
Namun, di balik produksi yang mengagumkan ini, tersimpan fakta unik. Ubaidah Jarrah, Professional Cell Technology Team PT HLI Green Power, membocorkan fakta yang mengejutkan.
Dari total produksi sel baterai itu, 98 persennya, atau sekitar 19.752.300 sel, justru terbang jauh ke Korea Selatan dan India!
“98 persennya ekspor ke Korea Selatan dan India, untuk Hyundai dan Kia Motor Group. Kalau untuk Indonesia baru 2 persen (sekitar 375.264 sel per tahun) dan hanya untuk Kona Electric saja,” ungkap Jarrah saat ditemui di Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/5/2025).
Ini menunjukkan bahwa "harta karun" baterai lokal justru “dinikmati” oleh negara lain.
Lihat Juga :