Suzuki Sebut Indonesia Belum Cocok dengan Mobil Listrik saat Ini!
Minggu, 01 Juni 2025 - 17:56 WIB
"Secara pendekatan kami bukan elektrifikasi yang step by step, dalam artian dari mild (hybrid) harus ke medium, ke strong, baru ke full battery. Secara strategi pendekatan kami menggunakan namanya multi pathway multi-pathway," kata Donny Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing Managing Director PT SIS, di Jakarta, belum lama ini.
Donny menegaskan bahwa Suzuki ingin memperkenalkan teknologi elektrifikasi mulai dari mobil hybrid. Menurutnya, ini menjadi teknologi yang cocok bagi masyarakat Indonesia sebelum beralih ke listrik sepenuhnya.
"Baik itu dari kendaraan ICE dengan BEV yang secara kombinasi menjadi mild hybrid, kemudian kami langsung lompat ke BEV atau fuel cell dan lain sebagainya. Ini secara strategi kami namanya multi-pathway. Jadi tidak stepping elektrifikasi seperti merek-merek lain," tuturnya.
Sebagai informasi, Suzuki telah meluncurkan mobil listrik eVX yang diberi nama eVitara. Mobil listrik ini resmi meluncur di India, dalam ajang Bharat Mobility Global Expo, pada Januari lalu.
Mobil listrik pertama Suzuki ini ditawarkan dengan dua pilihan baterai lithium iron phosephate (LFP) berkapasitas 49 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuh yang ditawarkan mencapai 500 km sekali pengisian daya penuh.
Donny menegaskan bahwa Suzuki ingin memperkenalkan teknologi elektrifikasi mulai dari mobil hybrid. Menurutnya, ini menjadi teknologi yang cocok bagi masyarakat Indonesia sebelum beralih ke listrik sepenuhnya.
"Baik itu dari kendaraan ICE dengan BEV yang secara kombinasi menjadi mild hybrid, kemudian kami langsung lompat ke BEV atau fuel cell dan lain sebagainya. Ini secara strategi kami namanya multi-pathway. Jadi tidak stepping elektrifikasi seperti merek-merek lain," tuturnya.
Sebagai informasi, Suzuki telah meluncurkan mobil listrik eVX yang diberi nama eVitara. Mobil listrik ini resmi meluncur di India, dalam ajang Bharat Mobility Global Expo, pada Januari lalu.
Mobil listrik pertama Suzuki ini ditawarkan dengan dua pilihan baterai lithium iron phosephate (LFP) berkapasitas 49 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuh yang ditawarkan mencapai 500 km sekali pengisian daya penuh.
(wbs)
Lihat Juga :