Pemerintah China Panik, Bos Mobil Listrik Disidang di Beijing untuk Hentikan Perang Harga

Sabtu, 07 Juni 2025 - 16:00 WIB

Analis Pesimis: Ini Baru “Hidangan Pembuka”

Di balik retorika pemerintah, para analis melihat sebuah kenyataan yang tak terhindarkan. Kelebihan pasokan di pasar mobil China sudah terlalu parah. Harga rata-rata mobil ekspor ke Jerman anjlok dari USD30.000 menjadi USD21.000 hanya dalam setahun.

“Mengingat situasi kelebihan pasokan saat ini, kami percaya fase persaingan paling intens bahkan belum datang," tulis analis dari Nomura.

Para CEO di medan perang pun sependapat. "Ini baru 'hidangan pembuka' dari apa yang akan datang," ujar He Xiaopeng, CEO startup EV Xpeng. "Persaingan akan menjadi lebih intens dalam lima tahun ke depan."

Kini, pemerintah China dihadapkan pada sebuah dilema. Mereka ingin menghentikan perang harga yang merusak, tetapi intervensi yang terlalu keras bisa mematikan inovasi dan persaingan yang justru telah membuat industri EV China begitu dominan.

Baca Juga: Raksasa Otomotif BYD Ngamuk, Tuntut 37 Influencer dan Tawarkan Hadiah Miliaran

Sementara para petinggi di Beijing merancang strategi, para raksasa di lantai pabrik terus saling sikut, siap untuk babak pertarungan berikutnya yang diprediksi akan jauhlebihbrutal.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!