Startup Slate Auto Dukungan Jeff Bezos Janjikan Mobil Listrik Murah, tapi Analis Sebut Mimpi Buruk

Rabu, 11 Juni 2025 - 21:33 WIB
Ide dasarnya terdengar seperti sebuah utopia bagi konsumen. Sebuah mobil "kosong" yang bisa diubah-ubah bodinya dari pikap menjadi SUV, seperti bermain Lego. Tidak ada layar sentuh mewah, sebagai gantinya pengemudi bisa menggunakan ponsel atau tablet mereka sendiri. Tidak perlu bengkel cat yang mahal, karena bodinya dirancang untuk dibungkus dengan stiker vinyl.

Ini adalah sebuah visi yang sangat menggoda. "Kami sedang membangun mobil terjangkau yang telah lama dijanjikan tetapi tidak pernah diwujudkan," kata CEO Slate Auto, Chris Barman, saat debut publik mereka.

Benturan Keras dengan Realitas

Namun, mimpi ini dengan cepat membentur dinding realitas yang keras, dan dinding itu bernama "harga".

Harga di bawah Rp328 juta itu hanya bisa tercapai jika mobil ini memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit pajak federal sebesar USD7.500 (Rp123 juta)—sebuah insentif yang kini terancam di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Tanpa itu, harga dasarnya adalah sekitar USD27.500 (Rp 451 juta).

Bahkan angka itu pun masih diragukan. Tim Kuniskis, CEO dari merek Ram Truck milik Stellantis, secara blak-blakan menertawakan klaim harga tersebut. "Ketika orang-orang mulai menambahkan opsi, harganya tidak akan menjadi USD20.000. Harganya akan menjadi USD35.000, dan pada saat Anda mencapai USD35.000 (sekitar Rp574 juta), Anda sudah berada di wilayah harga truk ukuran sedang," sindirnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!