Kudeta Senyap Sang Pangeran: Akio Toyoda Rebut Kembali Takhta Toyota dengan Manuver Rp541 Triliun
Rabu, 25 Juni 2025 - 15:45 WIB
Yang lebih dramatis, kesepakatan raksasa ini ternyata didanai dengan cara yang sangat lihai. Akio Toyoda dilaporkan hanya menyumbang USD7 juta (sekitar Rp115 miliar) dari kekayaan pribadinya. Sisanya? Didanai oleh perusahaan-perusahaan di bawah payung Toyota dan pinjaman bank. Ini adalah sebuah langkah yang, "bagaimanapun Anda membungkusnya," adalah sebuah upaya "untuk mengkonsolidasikan kekuasaan keluarga di seluruh kekaisaran," tulis laporan dari Observer.
Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dan "secara kokoh mengukuhkan tempat Toyota sebagai produsen mobil terbesar di dunia," sebagian besar berkat skepticismenya terhadap transisi mobil listrik yang terburu-buru.
Namun di sisi lain, ia adalah seorang pemimpin yang sangat tidak disukai oleh para investor asing. Pada Rapat Umum Pemegang Saham tahun lalu, sebuah fakta yang menohok terungkap: "sepenuhnya dua pertiga investor institusional asing menentang pemilihan kembali dirinya sebagai direktur," dan tingkat dukungan keseluruhannya yang hanya 72% adalah "yang terendah dari semua direktur dalam sejarah Toyota."
"Hidup saya selalu tentang bergulat dengan pertanyaan apakah saya orang yang dibutuhkan oleh Toyota atau tidak," ungkap Toyoda dalam sebuah kesempatan.
Paradoks Sang Pemimpin: Dicintai Hasilnya, Dibenci Orangnya?
Di sinilah letak ironi terbesar dari kisah Akio Toyoda. Di satu sisi, ia adalah seorang pemimpin yang sangat sukses. Ia mengambil alih kemudi pada tahun 2009 di tengah krisis global yang menyeret Toyota ke jurang kerugian USD4,4 miliar (sekitar Rp72 triliun), yang pertama sejak tahun 1950.Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dan "secara kokoh mengukuhkan tempat Toyota sebagai produsen mobil terbesar di dunia," sebagian besar berkat skepticismenya terhadap transisi mobil listrik yang terburu-buru.
Namun di sisi lain, ia adalah seorang pemimpin yang sangat tidak disukai oleh para investor asing. Pada Rapat Umum Pemegang Saham tahun lalu, sebuah fakta yang menohok terungkap: "sepenuhnya dua pertiga investor institusional asing menentang pemilihan kembali dirinya sebagai direktur," dan tingkat dukungan keseluruhannya yang hanya 72% adalah "yang terendah dari semua direktur dalam sejarah Toyota."
"Hidup saya selalu tentang bergulat dengan pertanyaan apakah saya orang yang dibutuhkan oleh Toyota atau tidak," ungkap Toyoda dalam sebuah kesempatan.
Lihat Juga :