Inilah Sosok di Balik Nama Veyron pada Bugatti
Selasa, 01 Juli 2025 - 10:21 WIB
Veyron belajar teknik, ketertarikannya pada dunia balap membawanya untuk berpartisipasi dalam ajang pendakian bukit dan balapan ketahanan di seluruh Eropa pada akhir tahun 1920-an.
Tahun 1930, ia memenangi kelas 1500cc di Geneva Grand Prix, dan penampilannya itu menarik perhatian pendiri Bugatti sendiri, Ettore Bugatti.
Veyron bukan sekadar pembalap. Kemampuannya membaca mesin, memberikan umpan balik teknis, dan terlibat langsung dalam pengembangan mobil menjadikannya aset berharga di Molsheim.
Ettore Bugatti merekrutnya sebagai pengemudi uji dan pembalap paruh waktu pada tahun 1932, dan sepanjang tahun 1930-an, Veyron aktif mengendarai mesin Bugatti seperti Type 51 dan Type 57 dalam balapan besar Eropa.
Puncak kariernya terjadi di Le Mans 1939, saat ia dan Jean-Pierre Wimille memenangkan balapan 24 jam dengan Bugatti Type 57C Tank.
Kemenangan itu tidak hanya signifikan secara teknis, tetapi juga merupakan balapan terakhir sebelum pecahnya Perang Dunia II, dan merupakan akhir yang simbolis bagi era balap Bugatti yang gemilang.
Tahun 1930, ia memenangi kelas 1500cc di Geneva Grand Prix, dan penampilannya itu menarik perhatian pendiri Bugatti sendiri, Ettore Bugatti.
Veyron bukan sekadar pembalap. Kemampuannya membaca mesin, memberikan umpan balik teknis, dan terlibat langsung dalam pengembangan mobil menjadikannya aset berharga di Molsheim.
Ettore Bugatti merekrutnya sebagai pengemudi uji dan pembalap paruh waktu pada tahun 1932, dan sepanjang tahun 1930-an, Veyron aktif mengendarai mesin Bugatti seperti Type 51 dan Type 57 dalam balapan besar Eropa.
Puncak kariernya terjadi di Le Mans 1939, saat ia dan Jean-Pierre Wimille memenangkan balapan 24 jam dengan Bugatti Type 57C Tank.
Kemenangan itu tidak hanya signifikan secara teknis, tetapi juga merupakan balapan terakhir sebelum pecahnya Perang Dunia II, dan merupakan akhir yang simbolis bagi era balap Bugatti yang gemilang.
Lihat Juga :