Dogma Mematikan Elon Musk: Mengapa Tesla Haramkan Lidar dan Bertaruh Nyawa pada Kamera?

Selasa, 01 Juli 2025 - 13:32 WIB
Berbagai gugatan hukum dan investigasi pemerintah kini menghantui perusahaan, dengan tuduhan bahwa sistem yang hanya mengandalkan kamera sangat rentan terhadap kondisi seperti silau matahari, kabut, atau kegelapan.

"Tesla terus memiliki pandangan fetishistik bahwa mereka akan mengoperasikan sistemnya hanya dengan kamera, meskipun setiap manusia cerdas di seluruh bidang ini mengatakan itu tidak bisa dilakukan," ujar Brett Schreiber, seorang pengacara yang mewakili beberapa korban kegagalan Autopilot Tesla.

"Setiap orang yang telah mengikuti teknologi penghindaran tabrakan sejak tahun 90-an tahu bahwa trinitas suci adalah radar, lidar, dan kamera," tambahnya.

Schreiber mengaku tidak terkejut melihat kekacauan peluncuran robotaxi di Austin. "Apa yang juga akan Anda lihat, yang merupakan tragedi sebenarnya dari hal ini, adalah orang-orang akan terus terluka dan terbunuh oleh teknologi ini," katanya.

Pertaruhan Terakhir Sang Visioner

Sementara rivalnya, Waymo, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memetakan kota secara teliti sebelum meluncurkan layanannya, Tesla seolah melompat ke dalam kegelapan, didorong oleh janji-janji Musk yang terus diulang sejak 2016.

Peluncuran di Austin, dengan segala masalahnya, adalah sebuah pertaruhan besar. Ini adalah upaya Musk untuk membuktikan bahwa dogmanya benar, bahwa visinya tentang masa depan otonom yang hanya berbasis kamera adalah jalan yang tepat, meskipun bukti-bukti di lapangan menunjukkansebaliknya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!