Dogma Mematikan Elon Musk: Mengapa Tesla Haramkan Lidar dan Bertaruh Nyawa pada Kamera?

Selasa, 01 Juli 2025 - 13:32 WIB
Namun, bagi Elon Musk, Lidar adalah sebuah musuh.

"Lidar itu payah," cibir Musk dalam sebuah acara Tesla pada 2019. "Di mobil, itu benar-benar bodoh. Mahal dan tidak perlu."

Pernyataan ini adalah inti dari dogma Musk. Ia bersikeras bahwa satu-satunya jalan menuju mobil otonom sejati adalah dengan meniru cara kerja manusia: hanya mengandalkan mata, atau dalam hal ini, kamera.

Argumennya, jika manusia bisa mengemudi hanya dengan dua mata, maka AI yang super cerdas seharusnya bisa melakukannya dengan delapan kamera.

Namun, di balik argumen filosofis ini, ada faktor ekonomi yang dingin. Satu unit Lidar bisa memakan biaya hingga USD12.000 (sekitar Rp192 juta) per mobil. Bandingkan dengan sistem kamera yang biayanya hanya sekitar USD400 (sekitar Rp6,4 juta). Dengan menolak Lidar, Musk bisa memangkas biaya produksi secara drastis dan menjual fitur "Full Self-Driving" dengan margin keuntungan yang masif.

Konsekuensi Berdarah dari sebuah Dogma

Sikap keras kepala Musk ini bukan tanpa konsekuensi. Sebuah analisis dari Washington Post mencatat setidaknya ada 736 kecelakaan dan 17 kematian yang melibatkan teknologi Autopilot Tesla.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!