Perang Harga Berdarah dan Jebakan Nilai Jual Kembali: Saat Mobil Baru Anda Seketika Menjadi Usang
Rabu, 09 Juli 2025 - 10:25 WIB
Strategi banting harga ini menciptakan sebuah siklus setan yang merugikan semua pihak dalam jangka panjang. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Sebuah "jebakan" manis yang berbahaya kini tengah dipasang secara massal di pasar otomotif Indonesia. Para produsen mobil asal China, dalam sebuah strategi yang brutal dan agresif, secara kompak membanting harga mobil-mobil mereka. Diskon puluhan, bahkan hingga ratusan juta rupiah, ditebar untuk model-mobil baru yang dijejali fitur lebih canggih.
Bagi calon pembeli, ini adalah sebuah pesta. Namun bagi mereka yang sudah terlanjur membeli, ini adalah awal dari sebuah mimpi buruk finansial, sebuah kekhawatiran bahwa mobil yang baru mereka banggakan kemarin, hari ini nilainya telah hancur lebur.
Di tengah kekacauan ini, para produsen seolah "cuci tangan". Mereka berlindung di balik dalih inovasi dan dinamika pasar global.
"Kita nggak bisa kontrol soal itu (penurunan nilai jual kendaraan), karena itu terjadi secara global," ujar Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia, di BSD, Tangerang, Senin (30/6/2025).
Bagi calon pembeli, ini adalah sebuah pesta. Namun bagi mereka yang sudah terlanjur membeli, ini adalah awal dari sebuah mimpi buruk finansial, sebuah kekhawatiran bahwa mobil yang baru mereka banggakan kemarin, hari ini nilainya telah hancur lebur.
'Dosa' Berulang: Dari Chery hingga MG
Pola ini terjadi berulang kali. Chery baru saja memangkas harga C5 dan E5 (sebelumnya Omoda 5 dan Omoda E5) hingga Rp100 juta. MG dan Wuling pun tak ketinggalan dalam perlombaan menuju harga termurah. Ini bukan lagi sekadar perang harga; ini adalah sebuah strategi "bumi hangus" yang berpotensi merusak nilai investasi konsumen.Di tengah kekacauan ini, para produsen seolah "cuci tangan". Mereka berlindung di balik dalih inovasi dan dinamika pasar global.
"Kita nggak bisa kontrol soal itu (penurunan nilai jual kendaraan), karena itu terjadi secara global," ujar Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia, di BSD, Tangerang, Senin (30/6/2025).
Lihat Juga :