Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?

Jum'at, 19 Juni 2026 - 18:33 WIB
loading...
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?. FOTO / viet
A A A
BEIJING - Proyek MGCS (Main Ground Combat System) dulunya diharapkan menjadi simbol kemampuan pertahanan terpadu Eropa.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan generasi baru tank tempur utama (MBT) untuk menggantikan Leopard 2 Jerman dan Leclerc Prancis.

Namun, menurut analisis dari para ahlimiliterdan media internasional, proyek ini sekarang menghadapi risiko penyimpangan strategis yang serius.

Gagasan MGCS menjadi mendesak sejak tahun 2015, setelah Rusia memperkenalkan tank T-14 Armata dengan banyak terobosan teknologi. Selain itu, pengalaman dari konflik di Ukraina menunjukkan bahwa model tank saat ini membutuhkan peningkatan ekstensif untuk beradaptasi dengan lingkungan pertempuran modern.

Saat ini, baik Jerman maupun Prancis mengalami penurunan kekuatan lapis baja. Angkatan darat Jerman hanya memiliki sekitar 300 tank Leopard 2, sementara Prancis memiliki kurang dari 200 tank Leclerc.

Mengembangkan lini tank yang sepenuhnya baru merupakan tantangan finansial dan teknologi yang sangat besar bagi negara Eropa mana pun. Oleh karena itu, MGCS dipandang sebagai solusi optimal untuk mengintegrasikan sumber daya industri pertahanan dari dua kekuatan terkemuka di kawasan ini.

Hambatan terbesar dalam proyek MGCS bukan terletak pada kendala teknologi, tetapi pada ketidaksepakatan mengenai kepemimpinan antara Berlin dan Paris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Harga Solar Tembus Rp30...
Harga Solar Tembus Rp30 Ribu, GWM Malah Tambah Mobil Diesel Baru Tank 500 Diesel Black Warrior
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Rekomendasi
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved