Kepanikan di Puncak Kerajaan: Penjualan Anjlok, Elon Musk Penggal Tangan Kanannya Sendiri
Rabu, 09 Juli 2025 - 09:02 WIB
Di China, pasar terbesar mereka, penjualan pada bulan Mei 2025 bahkan merosot hingga 15%.
Ini bukan lagi sekadar perlambatan; ini adalah sebuah tren penurunan yang mengkhawatirkan, yang memaksa Musk untuk mencari kambing hitam.
Ironisnya, hanya beberapa hari sebelum dipecat, ia masih dengan bangga merayakan peluncuran layanan robotaxi di platform X, menyebutnya sebagai puncak dari kerja keras bertahun-tahun.
Pemecatannya menunjukkan bahwa di dunia Elon Musk, loyalitas dan sejarah panjang tidak akan mampu menyelamatkan Anda dari amarahnya ketika angka penjualan berwarna merah.
Ini bukan lagi sekadar perlambatan; ini adalah sebuah tren penurunan yang mengkhawatirkan, yang memaksa Musk untuk mencari kambing hitam.
Ironi Sang 'Tangan Kanan'
Nasib Omead Afshar adalah sebuah drama ironis. Dijuluki sebagai "tangan kanan Musk" oleh The Wall Street Journal, Afshar adalah salah satu eksekutif paling berpengaruh yang telah bersama Tesla sejak 2017.Ironisnya, hanya beberapa hari sebelum dipecat, ia masih dengan bangga merayakan peluncuran layanan robotaxi di platform X, menyebutnya sebagai puncak dari kerja keras bertahun-tahun.
Pemecatannya menunjukkan bahwa di dunia Elon Musk, loyalitas dan sejarah panjang tidak akan mampu menyelamatkan Anda dari amarahnya ketika angka penjualan berwarna merah.
Distraksi Sang Visioner dan Akar Masalah yang Sebenarnya
Di sinilah letak kritik paling tajam bagi Musk dan Tesla. Di saat penjualan mobil—yang merupakan bisnis inti mereka—sedang sekarat, Musk justru terlihat lebih asyik dengan "mainan" barunya.Lihat Juga :