Pasar Motor Listrik RI Lesu, Bos Raksasa China Yadea Bocorkan 4 Resep Wajib Agar Laris Manis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:01 WIB
Wang Jiazhong, Senior Vice President Yadea Technology Group, berbagi resep bagaimana Indonesia bisa sukses menyerap motor listrik. Foto: Sindonews/Danang Arradian
CHINA - Mimpi Indonesia untuk melihat jalanan diwarnai oleh kendaraan listrik yang senyap dan ramah lingkungan tengah menemui jalan terjal. Memasuki pertengahan 2025, gairah pasar yang sempat membara kini terasa meredup.

Ketidakpastian kelanjutan subsidi pemerintah menciptakan efek domino: membuat calon konsumen menahan diri dan penjualan pun menerima hantaman telak.



Data berbicara keras: penjualan motor listrik pada kuartal pertama 2025 anjlok hingga 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, di tengah awan kelabu itu, secercah cahaya datang dari China. Bayangkan kota seperti Wuxi, di mana alih-alih deru bising knalpot, yang terdengar adalah desingan lembut ribuan motor listrik. Udaranya terasa lebih bersih, langitnya membentang biru.

Mungkinkah pemandangan ini menjadi kenyataan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung?

Jawabannya mungkin tersimpan dalam strategi Yadea, raksasa kendaraan listrik yang markasnya dikunjungi oleh SindoNews di China. Di negara tirai bambu itu, penjualan motor listrik mencapai angka fenomenal 55 juta unit pada 2023.

Wang Jiazhong, Senior Vice President Yadea Technology Group, berbagi resep bagaimana Indonesia bisa menapaki jalan kesuksesan yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!