Takhta Otomotif Indonesia Direbut, 5 Merek China Ini Resmi Jadi Raja Baru Mobil Listrik

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:48 WIB

2. Sang Pangeran Premium: Denza (6.256 unit)

Kejutan terbesar datang dari Denza yang langsung merangsek ke posisi kedua. Sebagai sub-merek premium dari BYD, kesuksesan Denza membuktikan bahwa strategi BYD untuk bermain di dua segmen—pasar massal dan pasar mewah—berjalan sempurna.

3. Sang Pelopor yang Bertahan: Wuling (6.210 unit)

Wuling, sang pelopor yang pertama kali "mendidik" pasar Indonesia dengan Air ev yang fenomenal, kini harus berjuang keras di tengah gempuran para pesaing. Meski turun ke posisi ketiga, angka penjualan 6.210 unit menunjukkan bahwa mereka masih menjadi pemain yang sangat relevan dan dicintai pasar.

4. Sang Penantang Agresif: Chery (5.196 unit)

Chery secara konsisten membuktikan diri sebagai penantang yang sangat serius. Dengan produk seperti Omoda E5, mereka berhasil merebut hati konsumen dan mengamankan posisi keempat dengan solid.

5. Sang Kuda Hitam: Aion (3.126 unit)

Aion melengkapi dominasi Tiongkok di lima besar. Kehadiran mereka menunjukkan betapa dalamnya kekuatan industri otomotif Tiongkok saat ini, dengan banyak merek berkualitas yang siap bertarung.

Pertarungan yang Semakin Memanas

Melihat data bulan Juli 2025 saja, pertarungan ini masih jauh dari kata usai. BYD tetap dominan dengan 2.335 unit, namun Wuling menunjukkan kekuatan bulanannya dengan merebut posisi kedua (1.040 unit), membuktikan bahwa perebutan posisi runner-up akan menjadi drama yang sangat menarik hingga akhir tahun.

Pada akhirnya, data ini adalah sebuah penegasan. Revolusi mobil listrik di Indonesia telah tiba, dan para pemenangnya untuk saat ini sudah sangat jelas. Pertanyaannya kini, bagaimana para raksasa lama akan meresponskudetaini?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!