Ingin Punya Mobil Listrik tapi Dompet Pas-pasan? Ini 5 Pilihan di Bawah Rp200 Juta dan Kompromi di Baliknya
Rabu, 03 September 2025 - 16:30 WIB
Tenaga: 94 hp
Transmisi: Otomatis
3. Wuling Binguo EV: Meskipun sudah berada di segmen harga yang lebih tinggi (mulai Rp279 juta), Binguo EV seringkali masuk dalam pertimbangan karena menawarkan ruang dan fitur yang lebih premium.
Harga: Rp 279 – 332 juta (di atas 200 juta)
Tipe: 5 seater hatchback
Dimensi: 3950 mm (P) x 1708 mm (L) x 1580 mm (T)
Baterai: 31.9 kWh
Tenaga: 67 hp
Transmisi: Otomatis
Kompromi Jarak Tempuh: Dengan kapasitas baterai yang relatif kecil (Seres E1 13,8 kWh, Atto 1 30 kWh), mobil-mobil ini pada dasarnya dirancang sebagai kendaraan komuter perkotaan. Jangan berharap untuk melakukan perjalanan jauh tanpa perencanaan pengisian daya yang matang.
Kompromi Ruang dan Fungsionalitas: Ukuran adalah segalanya. Dengan dimensi yang sangat kompak (Seres E1 hanya 3 meter, Air EV bahkan lebih pendek), mobil-mobil ini ideal untuk menyelinap di kemacetan, namun akan terasa sesak jika digunakan sebagai mobil keluarga utama.
Kompromi Performa: Tenaga yang dihasilkan pun disesuaikan untuk kebutuhan kota. Seres E1 hanya memiliki tenaga 34 hp, sementara Air EV 40 hp. Cukup untuk lalu lintas perkotaan, namun akan terasa kurang bertenaga di jalan tol atau tanjakan curam.
Pada akhirnya, revolusi mobil listrik di bawah Rp200 juta adalah sebuah kabar gembira. Ia telah membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk beralih ke mobilitas yang lebih bersih.
Namun, seperti semua hal yang terdengar terlalu indah, penting bagi calon pembeli untuk melihat di balik label harganya dan memahami dengan jelas apa yang mereka dapatkan, dan yang lebih penting, apa yang tidak mereka dapatkan.
M/G Nabila SahraniIsrofaatin
Transmisi: Otomatis
3. Wuling Binguo EV: Meskipun sudah berada di segmen harga yang lebih tinggi (mulai Rp279 juta), Binguo EV seringkali masuk dalam pertimbangan karena menawarkan ruang dan fitur yang lebih premium.
Harga: Rp 279 – 332 juta (di atas 200 juta)
Tipe: 5 seater hatchback
Dimensi: 3950 mm (P) x 1708 mm (L) x 1580 mm (T)
Baterai: 31.9 kWh
Tenaga: 67 hp
Transmisi: Otomatis
'Harga' Sesungguhnya dari Sebuah Harga Murah
Harga murah selalu datang dengan kompromi. Inilah "harga" sesungguhnya yang harus Anda bayar saat memilih mobil listrik di segmen ini:Kompromi Jarak Tempuh: Dengan kapasitas baterai yang relatif kecil (Seres E1 13,8 kWh, Atto 1 30 kWh), mobil-mobil ini pada dasarnya dirancang sebagai kendaraan komuter perkotaan. Jangan berharap untuk melakukan perjalanan jauh tanpa perencanaan pengisian daya yang matang.
Kompromi Ruang dan Fungsionalitas: Ukuran adalah segalanya. Dengan dimensi yang sangat kompak (Seres E1 hanya 3 meter, Air EV bahkan lebih pendek), mobil-mobil ini ideal untuk menyelinap di kemacetan, namun akan terasa sesak jika digunakan sebagai mobil keluarga utama.
Kompromi Performa: Tenaga yang dihasilkan pun disesuaikan untuk kebutuhan kota. Seres E1 hanya memiliki tenaga 34 hp, sementara Air EV 40 hp. Cukup untuk lalu lintas perkotaan, namun akan terasa kurang bertenaga di jalan tol atau tanjakan curam.
Pada akhirnya, revolusi mobil listrik di bawah Rp200 juta adalah sebuah kabar gembira. Ia telah membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk beralih ke mobilitas yang lebih bersih.
Namun, seperti semua hal yang terdengar terlalu indah, penting bagi calon pembeli untuk melihat di balik label harganya dan memahami dengan jelas apa yang mereka dapatkan, dan yang lebih penting, apa yang tidak mereka dapatkan.
M/G Nabila SahraniIsrofaatin
(dan)
Lihat Juga :