Perang Saudara Mobil Listrik vs Plug-in Hybrid di China, Siapa Pemenangnya?
Rabu, 17 September 2025 - 20:18 WIB
'Doping' Regulasi di Balik Ledakan PHEV
Anomali meroketnya PHEV di China, yang sangat kontras dengan pasar Eropa di mana pangsa pasarnya justru turun dari 41% menjadi 33% pada periode yang sama, bukanlah sebuah kebetulan.Ini adalah hasil dari serangkaian "doping" regulasi yang membuat PHEV terlihat jauh lebih menarik daripada yang sebenarnya.
'Rumus Ajaib' yang Terlalu Optimistis: Pemerintah China menggunakan "rumus ajaib" (utility factor) untuk memperkirakan seberapa sering PHEV berjalan menggunakan mode listriknya.
Rumus lama ini sangat longgar. Sebagai contoh, sebuah PHEV dengan jangkauan listrik 100 km secara ajaib dianggap berjalan 80% menggunakan listrik di dunia nyata.
Akibatnya, emisi dan konsumsi bahan bakarnya di atas kertas menjadi sangat rendah, menjadikannya "senjata" murah dan mudah bagi para produsen mobil untuk memenuhi target emisi yang ketat.
'Jalan Tol' Menuju Kredit Karbon: Kebijakan kredit karbon di China juga sangat memanjakan PHEV. Sebuah PHEV dengan jangkauan listrik hanya 43 km bisa mendapatkan satu kredit EV.
Sementara itu, sebuah mobil full listrik (BEV) harus memiliki jangkauan minimal 137 km dan serangkaian teknologi canggih lainnya untuk mendapatkan kredit yang sama.
Lihat Juga :