Fenomena Tut Tut Wok Wok: Psikolog Bongkar Penyakit Superioritas Pengemudi Arogan di Jalan Raya

Senin, 22 September 2025 - 11:20 WIB

Merasa Paling Besar, Merasa Jalan Milik Sendiri

Psikolog Meity Arianty dari Universitas Gunadarma mengungkapkan bahwa perilaku arogan ini sering kali muncul dari alam bawah sadar pengemudi mobil besar. Mereka secara psikologis merasa menjadi yang "paling besar" di jalan.

"Mereka merasa jalan milik mereka. Cara mereka kadang kurang etis dalam meminta jalan ke pengendara lain. Bahkan, seringkali meminta pengguna jalan lain menyingkir dengan cara kasar," kata Meity saat dihubungi.

Perasaan superioritas ini, menurutnya, memicu sikap intimidatif terhadap kendaraan lain yang lebih kecil, seolah-olah mereka adalah raja jalanan yang tak tersentuh.

Ilusi Kekuasaan dan Lemahnya Penindakan

Meity menyoroti bahwa masalah ini diperparah oleh lemahnya penindakan dari aparat penegak hukum. Penggunaan nomor pelat khusus, stiker instansi, atau sekadar berada dalam konvoi semakin memperkuat ilusi kekuasaan para pengemudi ini.

"Bisa jadi, sebab secara psikologis pengendara itu merasa memiliki kedudukan atau power, baik yang menggunakan mobil mewah, pelat instansi angkatan, pelat merah, atau yang sedang konvoi atau beriringan," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!