Ironi Industri Otomotif RI: Produksi Komponen Dihajar Impor dan Kalah dari Thailand, tapi Jadi Raja Ekspor
Senin, 29 September 2025 - 20:43 WIB
Salah satu biang keladi utama, menurutnya, adalah derasnya arus mobil impor yang masuk ke Indonesia dalam dua tahun terakhir, terutama mobil listrik yang mendapat kemudahan dari pemerintah.
Mobil-mobil ini datang dalam bentuk jadi (CBU) sehingga tidak lagi membutuhkan pasokan dari pabrik komponen lokal.
Meskipun kapasitas produksinya lebih rendah, Indonesia ternyata mampu mengekspor hampir 900 ribu unit komponen dalam setahun. Angka ini jauh melampaui Thailand yang hanya mengekspor sekitar 570 ribuan unit.
"Di tengah kondisi sulit ini, untuk menjaga kapasitas produksi dan maintain tenaga kerja, akhirnya (menggenjot) ekspor," tutur Rachmat.
Strategi ini menjadi napas buatan yang krusial. Mengekspor bukan lagi sekadar pilihan untuk berekspansi, melainkan sebuah keharusan untuk menjaga mesin pabrik tetap berputar dan menghindari gelombang PHK.
Mobil-mobil ini datang dalam bentuk jadi (CBU) sehingga tidak lagi membutuhkan pasokan dari pabrik komponen lokal.
Menjadi Raja di Pasar Orang Lain Demi Bertahan Hidup
Di tengah keterpurukan di pasar domestik, industri komponen nasional menemukan cara untuk bertahan hidup: menggenjot ekspor. Di sinilah ironi itu terjadi.Meskipun kapasitas produksinya lebih rendah, Indonesia ternyata mampu mengekspor hampir 900 ribu unit komponen dalam setahun. Angka ini jauh melampaui Thailand yang hanya mengekspor sekitar 570 ribuan unit.
"Di tengah kondisi sulit ini, untuk menjaga kapasitas produksi dan maintain tenaga kerja, akhirnya (menggenjot) ekspor," tutur Rachmat.
Strategi ini menjadi napas buatan yang krusial. Mengekspor bukan lagi sekadar pilihan untuk berekspansi, melainkan sebuah keharusan untuk menjaga mesin pabrik tetap berputar dan menghindari gelombang PHK.
Lihat Juga :