BYD Atto 1 Meluncur di GIIAS Bandung, Siapkah Pasar Priangan Beralih ke Listrik?
Rabu, 01 Oktober 2025 - 21:58 WIB
Di atas kertas, BYD adalah pemimpin pasar nasional dengan penjualan lebih dari 25.500 unit (Jan-Agustus 2025) dan menguasai lebih dari 50% pangsa pasar EV di Indonesia.
Namun, pertarungan sesungguhnya akan terjadi di benak konsumen Jawa Barat.
Pertama, faktor harga. Meskipun kompetitif untuk sebuah EV, angka Rp200 jutaan masih menjadi tantangan besar bagi segmen pembeli mobil pertama yang selama ini terbiasa dengan opsi mobil bensin atau LCGC di rentang harga yang lebih rendah.
Mampukah klaim "biaya operasional hemat" mengalahkan godaan harga beli awal yang lebih murah?
Kedua, infrastruktur. BYD memang agresif membangun jaringan diler (target lebih dari 100 diler nasional akhir 2025) yang dilengkapi fasilitas pengisian daya. Namun, seberapa siap jaringan SPKLU publik di seluruh penjuru Jawa Barat untuk mendukung mobilitas antar kota yang lebih masif?
GIIAS Bandung 2025 menjadi barometer penting. Animo publik terhadap Atto 1 selama lima hari pameran akan menjadi indikasi awal apakah masyarakat umum Jawa Barat, di luar para early adopter, sudah siap secara mental dan finansial untuk 'disetrum'.
Namun, pertarungan sesungguhnya akan terjadi di benak konsumen Jawa Barat.
Pertama, faktor harga. Meskipun kompetitif untuk sebuah EV, angka Rp200 jutaan masih menjadi tantangan besar bagi segmen pembeli mobil pertama yang selama ini terbiasa dengan opsi mobil bensin atau LCGC di rentang harga yang lebih rendah.
Mampukah klaim "biaya operasional hemat" mengalahkan godaan harga beli awal yang lebih murah?
Kedua, infrastruktur. BYD memang agresif membangun jaringan diler (target lebih dari 100 diler nasional akhir 2025) yang dilengkapi fasilitas pengisian daya. Namun, seberapa siap jaringan SPKLU publik di seluruh penjuru Jawa Barat untuk mendukung mobilitas antar kota yang lebih masif?
GIIAS Bandung 2025 menjadi barometer penting. Animo publik terhadap Atto 1 selama lima hari pameran akan menjadi indikasi awal apakah masyarakat umum Jawa Barat, di luar para early adopter, sudah siap secara mental dan finansial untuk 'disetrum'.
(dan)
Lihat Juga :