Raksasa Otomotif China Mulai Gemetar: Penjualan BYD Anjlok untuk Pertama Kalinya Sejak 2020
Kamis, 02 Oktober 2025 - 12:22 WIB
Total Unit Terjual (Q3): Sebanyak 1,106 juta mobil.
Penjualan Bulan September: Turun 5,88% dibanding tahun sebelumnya, menandai penurunan bulanan pertama sejak Februari 2024.
Produksi Bulan September: Perusahaan juga memangkas produksinya signifikan sebesar 8,47%, melanjutkan tren pengurangan output di pabrik-pabrik raksasa mereka.
Selama ini, ekspansi fenomenal BYD ditopang oleh dukungan besar-besaran dari pemerintah China untuk adopsi kendaraan listrik.
Namun, 'subsidi' kesuksesan itu tampaknya tidak lagi cukup. Ketika para pesaing membanting harga demi merebut pangsa pasar, BYD kini terjebak dalam dilema: ikut dalam perlombaan berdarah ke dasar (dan mengorbankan margin keuntungan) atau mempertahankan harga dan kehilangan pelanggan. Penurunan penjualan adalah bukti bahwa mereka mulai merasakan dampaknya.
Penjualan Bulan September: Turun 5,88% dibanding tahun sebelumnya, menandai penurunan bulanan pertama sejak Februari 2024.
Produksi Bulan September: Perusahaan juga memangkas produksinya signifikan sebesar 8,47%, melanjutkan tren pengurangan output di pabrik-pabrik raksasa mereka.
Dampak Perang Harga?
Mengapa mesin pertumbuhan BYD tiba-tiba melambat? Jawabannya terletak di pasar domestik mereka sendiri: "perang harga yang semakin intensif" di China, merupakan pasar mobil terbesar di dunia.Selama ini, ekspansi fenomenal BYD ditopang oleh dukungan besar-besaran dari pemerintah China untuk adopsi kendaraan listrik.
Namun, 'subsidi' kesuksesan itu tampaknya tidak lagi cukup. Ketika para pesaing membanting harga demi merebut pangsa pasar, BYD kini terjebak dalam dilema: ikut dalam perlombaan berdarah ke dasar (dan mengorbankan margin keuntungan) atau mempertahankan harga dan kehilangan pelanggan. Penurunan penjualan adalah bukti bahwa mereka mulai merasakan dampaknya.
Lihat Juga :