Menguji Klaim Hemat VinFast VF 3: Sewa Baterai Justru Lebih Untung?
Minggu, 09 November 2025 - 22:30 WIB
• Jarak Tempuh Harian: 60 kilometer.
• Frekuensi: 5 hari per minggu.
• Perhitungan Jarak Tahunan: Perhitungan jarak tempuh total dalam satu tahun adalah 15.600 km/tahun.
o Biaya Listrik (Pengisian Daya): Batas atas tarif listrik PLN rumah tangga, yaitu Rp1.699 per kWh.
o Biaya Bahan Bakar: Menggunakan Pertalite (RON 90) dengan harga Rp 10.000 per liter.
Kalkulasi Biaya Operasional Tahunan: VinFast VF 3 (BaaS)
Apakah biaya sewa VinFast VF 3 ini membebani? Analisis TCO (Total Cost of Ownership) membuktikan sebaliknya, terutama bagi kaum komuter.
Mari kita ambil contoh simulasi nyata: seorang pekerja yang berkendara pulang-pergi dari Bogor ke Jakarta setiap hari kerja (sekitar 60 km/hari), dengan total jarak tempuh tahunan 15.600 km.
Jika menggunakan mobil LCGC populer seperti Honda Brio 1.2L, dengan asumsi konsumsi BBM Pertalite rata-rata 15 km/liter dan biaya perawatan rutin, pengguna harus merogoh kocek sekitar Rp11,9 juta per tahun untuk operasional.
• Frekuensi: 5 hari per minggu.
• Perhitungan Jarak Tahunan: Perhitungan jarak tempuh total dalam satu tahun adalah 15.600 km/tahun.
• Skenario EV (VinFast VF 3 BaaS):
o Biaya Sewa Baterai: Ditetapkan sebesar Rp253.000 per bulan (atau Rp 3.036.000 per tahun). Skema ini mencakup jarak tempuh tak terbatas dan garansi baterai seumur hidup, termasuk penggantian gratis jika kapasitas turun di bawah 70%.o Biaya Listrik (Pengisian Daya): Batas atas tarif listrik PLN rumah tangga, yaitu Rp1.699 per kWh.
• Skenario Pembanding (ICE - Honda Brio 1.2L):
o Pemilihan Benchmark: VinFast VF 3 dengan skema BaaS memiliki harga OTR Rp156 juta. Harga ini secara langsung memposisikannya untuk bersaing dengan segmen LCGC/City Car, di mana Honda Brio adalah pemimpin pasar.o Biaya Bahan Bakar: Menggunakan Pertalite (RON 90) dengan harga Rp 10.000 per liter.
Kalkulasi Biaya Operasional Tahunan: VinFast VF 3 (BaaS)
Apakah biaya sewa VinFast VF 3 ini membebani? Analisis TCO (Total Cost of Ownership) membuktikan sebaliknya, terutama bagi kaum komuter.Mari kita ambil contoh simulasi nyata: seorang pekerja yang berkendara pulang-pergi dari Bogor ke Jakarta setiap hari kerja (sekitar 60 km/hari), dengan total jarak tempuh tahunan 15.600 km.
Jika menggunakan mobil LCGC populer seperti Honda Brio 1.2L, dengan asumsi konsumsi BBM Pertalite rata-rata 15 km/liter dan biaya perawatan rutin, pengguna harus merogoh kocek sekitar Rp11,9 juta per tahun untuk operasional.
Lihat Juga :