Mimpi Kendaraan Listrik Murah Terancam Kandas: Bahan Baku Langka, Pabrikan Baterai China Kompak Naikkan Harga

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:41 WIB
Efektif mulai 1 Januari 2026, biaya pemrosesan untuk seluruh rangkaian produk Lithium Iron Phosphate (LFP) mereka akan naik sebesar 3.000 yuan per ton atau setara Rp6,8 juta.

Angka tersebut belum termasuk pajak, dan perusahaan menegaskan bahwa negosiasi ulang harga akan terus dilakukan jika gejolak bahan baku semakin liar.

Langkah serupa diambil oleh Dejia Energy. Pabrikan baterai lithium ini mengumumkan kenaikan harga jual produk baterai sebesar 15 persen dari harga katalog saat ini, yang mulai berlaku efektif hari ini, 16 Desember 2025.

Lonjakan Harga yang Tak Masuk Akal

Kenaikan harga bahan baku langka ini sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Lithium Hexafluorophosphate, material yang berfungsi sebagai garam konduktor dalam elektrolit cair baterai, harganya meroket tajam dalam dua bulan terakhir.

Harganya melesat dari 55.000 yuan per ton (Rp124,8 juta) menjadi 120.000 yuan per ton (Rp272 juta). Ini adalah lonjakan lebih dari 118 persen dalam waktu singkat.

Tak kalah mengerikan, harga Lithium Cobalt Oxide, yang digunakan sebagai katoda, juga terbang tinggi. Dari 140.000 yuan per ton (Rp317,6 juta) di awal tahun, kini menyentuh 350.000 yuan per ton (Rp793,6 juta) pada November lalu. Kenaikannya menembus angka 150 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!