VinFast Ngebut Bangun Pabrik dalam 17 Bulan: Rp17 Triliun, 350.000 Unit, Sulap Subang Jadi Markas EV ASEAN

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:09 WIB
"Pemerintah mengapresiasi bahwa setelah fasilitas PPnBM, import duty, dan yang lain, pabrik VinFast akhirnya berdiri di Indonesia," tutur Airlangga.

Ada dua hal yang menarik. Pertama, potensi pasar Indonesia yang masif namun belum tergarap optimal.

Indonesia memiliki pasar otomotif kuat dengan volume 1 juta unit, namun populasi kendaraan listrik baru masih berkutat di angka kurang dari 100 ribu unit. Celah inilah yang hendak diisi oleh VinFast.

Kedua, strategi bisnis VinFast yang unik. Airlangga menyoroti keberanian VinFast menerapkan skema sewa baterai (battery subscription). Model bisnis ini dianggap sebagai terobosan pola pikir (mindset) yang efektif menurunkan harga jual awal kendaraan, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga.

"Kita berharap VinFast terus meningkatkan komponen lokal dengan menggandeng perusahaan yang ada," tambah Airlangga, menitipkan pesan agar investasi asing ini turut menghidupkan ekosistem komponen dalam negeri.

Kini, dengan mesin-mesin yang mulai menderu di Subang, VinFast telah resmi menantang hegemoni pabrikan Jepang dan serbuan merek China lainnya, menawarkan alternatif mobilitas hijau dari tetangga sesama Asia Tenggara.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!