Nestapa Industri Mobil China 2025: Produksi Tembus 31 Juta Unit, tapi Cuan Cuma Receh 4,4 Persen Per Mobil
Rabu, 31 Desember 2025 - 08:37 WIB
Ini adalah penurunan tertajam dalam 10 bulan terakhir dan menandai pelemahan selama dua bulan berturut-turut. Cui Dongshu menggambarkan penurunan ini sebagai sesuatu yang "tidak biasa", mengingat akhir tahun biasanya menjadi periode panen raya bagi dealer.
Penyebab utamanya adalah berakhirnya stimulus pemerintah. Subsidi untuk tukar tambah kendaraan yang telah mendorong penjualan 11,2 juta unit sepanjang tahun mulai kehilangan tuahnya menjelang pemangkasan insentif di akhir tahun. Konsumen menahan diri, menunggu kepastian, atau justru sudah kehabisan daya beli.
Meski demikian, di tengah kelesuan pasar domestik, ekspor menjadi katup penyelamat. Ekspor mobil China melonjak 52,4 persen pada November, jauh melampaui pertumbuhan 27,7 persen di bulan Oktober.
CMBI memproyeksikan bahwa ekspansi ekspor di tahun 2026 akan didorong oleh NEV, yang diprediksi naik 40 persen mencapai 2,83 juta unit.
Total penjualan NEV mencapai 1,32 juta unit, sementara mobil bensin (ICE) tersisa sekitar 1,3 juta hingga 1,4 juta unit atau sekitar 41,1 persen pangsa pasar. Meski volume mobil bensin masih besar secara absolut, tren penurunannya sangat drastis dan tak terbendung. Mobil bensin yang dulu menjadi tulang punggung industri, kini terpojok menjadi pemain sekunder di kandangnya sendiri.
Di tengah turbulensi ini, peta persaingan antar-merek pun berubah drastis. Raksasa lokal BYD, meski mencatatkan rekor pengiriman luar negeri, justru mengalami penurunan penjualan global selama tiga bulan berturut-turut akibat tekanan dari rival seperti Geely dan Leapmotor.
Sebaliknya, Tesla berhasil bangkit dengan penjualan 73.145 unit di China pada November. Xiaomi, pemain baru yang fenomenal, sukses mengirimkan lebih dari 40.000 unit kendaraan selama tiga bulan beruntun, melampaui target tahunan 350.000 unit mereka dengan mudah.
Industri otomotif China kini berada di persimpangan jalan yang curam. Dengan Beijing menghapus sektor kendaraan listrik dari peta jalan industri strategis lima tahunan terbarunya karena masalah kelebihan kapasitas (overcapacity), tahun 2026 diprediksi akan menjadi fase seleksi alam yang lebih kejam. Hanya mereka yang memiliki napas finansial panjang dan inovasi radikal yang akan bertahan hidup.
Penyebab utamanya adalah berakhirnya stimulus pemerintah. Subsidi untuk tukar tambah kendaraan yang telah mendorong penjualan 11,2 juta unit sepanjang tahun mulai kehilangan tuahnya menjelang pemangkasan insentif di akhir tahun. Konsumen menahan diri, menunggu kepastian, atau justru sudah kehabisan daya beli.
Meski demikian, di tengah kelesuan pasar domestik, ekspor menjadi katup penyelamat. Ekspor mobil China melonjak 52,4 persen pada November, jauh melampaui pertumbuhan 27,7 persen di bulan Oktober.
CMBI memproyeksikan bahwa ekspansi ekspor di tahun 2026 akan didorong oleh NEV, yang diprediksi naik 40 persen mencapai 2,83 juta unit.
Dominasi NEV dan Nasib Mobil Bensin
Transformasi energi di jalanan China berjalan dengan kecepatan yang sulit dipercaya. Pada November 2025, kendaraan energi baru (NEV)—yang mencakup mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV)—mencatat rekor penguasaan pasar sebesar 58,9 persen dari total penjualan. Artinya, hampir 6 dari 10 mobil baru yang terjual di China kini sudah bertenaga listrik.Total penjualan NEV mencapai 1,32 juta unit, sementara mobil bensin (ICE) tersisa sekitar 1,3 juta hingga 1,4 juta unit atau sekitar 41,1 persen pangsa pasar. Meski volume mobil bensin masih besar secara absolut, tren penurunannya sangat drastis dan tak terbendung. Mobil bensin yang dulu menjadi tulang punggung industri, kini terpojok menjadi pemain sekunder di kandangnya sendiri.
Di tengah turbulensi ini, peta persaingan antar-merek pun berubah drastis. Raksasa lokal BYD, meski mencatatkan rekor pengiriman luar negeri, justru mengalami penurunan penjualan global selama tiga bulan berturut-turut akibat tekanan dari rival seperti Geely dan Leapmotor.
Sebaliknya, Tesla berhasil bangkit dengan penjualan 73.145 unit di China pada November. Xiaomi, pemain baru yang fenomenal, sukses mengirimkan lebih dari 40.000 unit kendaraan selama tiga bulan beruntun, melampaui target tahunan 350.000 unit mereka dengan mudah.
Industri otomotif China kini berada di persimpangan jalan yang curam. Dengan Beijing menghapus sektor kendaraan listrik dari peta jalan industri strategis lima tahunan terbarunya karena masalah kelebihan kapasitas (overcapacity), tahun 2026 diprediksi akan menjadi fase seleksi alam yang lebih kejam. Hanya mereka yang memiliki napas finansial panjang dan inovasi radikal yang akan bertahan hidup.
(dan)
Lihat Juga :