Banyak di Jalan, AEML Klaim Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Tumbuh

Senin, 02 Februari 2026 - 16:25 WIB
Pemerintah menegaskan insentif impor yang diberikan sejak awal dirancang bersifat sementara. “Kami tidak serta-merta hanya membebaskan imporCBU, tetapi memastikan adanya komitmen investasi jangka panjang di dalam negeri,” ujar Roro Reni Fitriani, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM.

Seiring berakhirnya insentif impor pada akhir 2025, fokus kebijakan kini bergeser ke penguatan manufaktur lokal. Kementerian Perindustrian mencatat saat ini terdapat 14 perusahaan yang telah berproduksi di Indonesia dengan kapasitas nasional sekitar 410 ribu unit per tahun, dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 40%, terutama melalui pengembangan industri baterai.

Menatap fase berikutnya, AEML mendorong transisi menuju insentif non-fiskal untuk menjaga momentum adopsi kendaraan listrik. “AEML ingin berkolaborasi lebih erat dengan regulator untuk mendorong insentif non-fiskal agar masyarakat makin tergerak beralih keBEVkarena kemudahan operasionalnya,” ujar Rian Ernest.

Dengan sinergi yang kian solid antara pemerintah dan industri, Indonesia dinilai berada di jalur strategis menuju kepemimpinan kendaraan listrik di Asia Tenggara.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!