Geliat EV Menguat, BYD Bidik Peran Strategis di Pasar Indonesia

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:38 WIB
Pertumbuhan juga terjadi pada segmen high MPV yang meningkat sekitar 70 persen, serta segmen high SUV yang tumbuh sekitar 20 persen dalam periode yang sama.

Kontribusi BYD Akselerasikan Pasar EV

Pertumbuhan pasar EV nasional tidak terlepas dari peran sejumlah pemain utama, salah satunya BYD. Sepanjang Januari hingga November 2025, BYD Indonesia mencatatkan penjualan lebih dari 47.300 unit kendaraan listrik, setara dengan sekitar 57 persen pangsa pasar EV nasional.

Sebagai perbandingan, total penjualan EV nasional sepanjang 2024 tercatat sekitar 43.000 unit untuk seluruh merek. Fakta bahwa penjualan BYD pada 2025 telah melampaui angka tersebut dalam waktu kurang dari satu tahun menunjukkan betapa cepatnya dinamika pasar EV bergerak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kehadiran model-model BYD juga memberikan dampak langsung pada pertumbuhan beberapa segmen kendaraan. Di segmen low hatchback, kehadiran BYD Atto 1 menjadi salah satu pendorong utama lonjakan pasar hingga hampir dua kali lipat.

Di segmen sedan, kontribusi datang dari BYD Seal yang memperluas pilihan EV di kelas tersebut. Sementara itu, segmen high MPV turut terdorong oleh kehadiran DENZA D9, dan segmen high SUV juga mencatatkan pertumbuhan positif.

Dengan portofolio kendaraan listrik yang mencakup hampir seluruh segmen, mulai dari city car, SUV modern, hingga MPV keluarga, BYD memposisikan diri sebagai merek EV dengan solusi mobilitas yang komprehensif bagi berbagai kebutuhan konsumen Indonesia.

Pengalaman Pengguna dan Efisiensi Jadi Faktor Kunci

Penerimaan pasar terhadap EV juga diperkuat oleh pengalaman positif dari para pengguna. Cerita konsumen, hasil media test drive, hingga sesi public test drive menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin diterima secara luas, baik dari sisi kenyamanan berkendara maupun efisiensi.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah total biaya kepemilikan. Pada beberapa model EV, seperti BYD Atto 1, total cost of ownership dilaporkan bisa lebih rendah hingga 50–70 persen dibandingkan kendaraan konvensional. Efisiensi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap biaya jangka panjang dan keberlanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!