Polemik 105 Ribu Pikap India: Bos Agrinas Beberkan Alasan Pilih Tata dan Mahindra

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:40 WIB
4.⁠ ⁠Hino awalnya hanya sanggup memproduksi 120 unit per bulan, dan setelah melobi prinsipal Jepang, angka maksimalnya terkerek menjadi 10.000 unit.

5.⁠ ⁠Suzuki: Penawaran Carry dan Grand Max (4x2) terpaksa ditolak. Dengan total produksi terbatas di kisaran 100.000 hingga 120.000 unit per tahun, kapasitas Suzuki dinilai Agrinas sudah terkuras untuk menyokong program MBG dan kebutuhan logistik pertanian umum.

Logika 4x4 dan Keputusan Impor India

Ketidakmampuan pabrikan lokal memberi harga borongan serta minimnya kapasitas produksi menjadi dalih Agrinas beralih ke India.

Keputusan final dijatuhkan dengan mengimpor 35.000 unit dari Mahindra dan 70.000 unit pikap dari Tata Motors.

Keseriusan transaksi ini dibuktikan dengan pembayaran uang muka (Down Payment/DP) sebesar 30 persen oleh pihak Agrinas.

“Untuk meredam isu deindustrialisasi, Tata dan Mahindra sudah berkomitmen untuk membangun fasilitas perakitan di Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun ke depan,” beber Joao.

Bagaimana dengan urgensi penggunaan mobil 4x4 untuk logistik desa? Hal ini dijawab Joao dengan logika pragmatis. Agrinas menegaskan bahwa topografi pertanian dan pedesaan Indonesia mutlak butuh penggerak 4x4.

”Selama ini, petani terpaksa menggunakan pikap 4x2 murni karena harga pikap 4x4 terlalu mencekik—bisa tembus Rp528 juta di sistem e-katalog pemerintah,” beber Joao.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!