Reputasi Tank Runtuh? Volvo Terpaksa Tarik 40.000 SUV Listrik Akibat Ancaman Baterai Terbakar

Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:40 WIB

Ironi Baterai China dan Tekanan Pasar 2026

Melihat tren pasar otomotif 2026, pabrikan tradisional Eropa memang sedang mati-matian mengejar ketertinggalan dari gempuran mobil listrik murah asal China. Volvo, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh raksasa China, Geely, menjadikan SUV ringkas EX30 sebagai ujung tombak untuk merebut pasar tersebut.

Namun, di sinilah letak ironinya. Baterai bermasalah yang menodai citra keselamatan Volvo justru diproduksi oleh perusahaan patungan (joint venture) yang juga didukung oleh Geely, yakni Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co.

Volvo mengklaim pihak pemasok telah memperbaiki cacat produksi tersebut dan akan segera menyuplai sel baterai pengganti yang baru secara gratis kepada konsumen.

Untuk mencegah hal buruk terjadi selama masa tunggu, sejak Desember lalu, Volvo mengimbau pemilik EX30 di negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Brazil untuk memarkir mobil mereka jauh dari bangunan.

Pemilik juga diwajibkan untuk membatasi pengisian daya baterai (charging) maksimal hanya 70 persen demi menghilangkan risiko kebakaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!